Seperti biasanya setiap hari Jumat saya menulis hal-hal yang ringan tetapi mengandung inspirasi di milis Motivasi Indonesia yang saya kelola. Milis Motivasi Indonesia ini sudah memiliki member ribuan orang yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Kali ini saya mengangkat cerita tentang seorang lelaki setengah baya yang hobbynya memelihara burung. Pada suatu pagi, semua burung kesayangannya telah hilang. Merasa si pencuri sudah keterlaluan, lelaki itu pun membawa masalah ini dalam pertemuan RT di kompleknya.
Lelaki itu : “Siapa disini yang punya burung?”
Seluruh warga laki-laki yang hadir dalam pertemuan segera berdiri.
Menyadari kesalahannya dalam bertanya, lelaki itu menambah:
“Bukan itu maksud saya, maksud saya adalah, siapa yang pernah lihat burung?”
Maka serentak seluruh warga wanita yang hadir berdiri. Karena menyadari pertanyaannya masih tidak betul, maka dengan muka merah padam dia menyambung,
“Maaf, bukan itu maksud saya”
Sekali lagi dia coba bertanya,
“Maksud saya adalah siapa yang pernah lihat burung yang bukan miliknya”
Separuh wanita yang hadir dalam pertemuan berdiri.
Muka lelaki itu makin merah, dan juga makin gugup, segera berkata lagi,
“Maaf sekali lagi, bukan ke arah itu pertanyaan saya, maksud saya adalah, siapa yang pernah lihat burung saya?”
Lalu, Isteri lelaki itu pun pun berdiri….. dan tanpa diduga ada dua wanita lain yang hadir juga ikut berdiri………
Kali ini merah padamlah muka si isteri lelaki itu ..!!
Lelaki itu pun langsung cabut berlari meninggalkan pertemuan. Menyesalah dia telah salah bertanya………
Ilustrasi diatas memberi pelajaran berharga tentang arti pentingnya kejelasan pesan dalam berkomunikasi. Kejelasan pesan dalam berkomunikasi memiliki peran penting agar tidak menimbulkan banyak interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Seringkali kesalah pahaman itu muncul akibat dari ketidakjelasan pesan dalam berkomunikasi.
Komunikasi yang efektif itu bukan sekedar pandai berbicara, masih diperlukan ketrampilan lainnya. Dalam buku terbaru saya (buku ke-5) “Good Ethos – 7 Etos kerja Terbaik dan Mulia”, saya menyampaikan setidaknya ada 7 ketrampilan yang perlu diperhatikan agar dapat membangun komunikasi yang efektif. Diantaranya adalah:
· Kejelasan pesan. Artinya diperlukan kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas dan mudah dipahami oleh orang lain. Kejelsan pesan sangat penting, sehingga tidak menimbulkan banyak interpretasi dan penafsiran yang berlainan, yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.
· Audible atau dapat didengarkan dan dimengerti dengan baik. Artinya pesan-pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan jelas dan disampaikan dengan cara dan sikap yang dapat diterima dengan baik oleh si penemrima pesan.
· Empathy adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri dan memahami pola pikir orang lain.Sikap emphaty memerlukan kemampuan kita untuk mau mendengarkan lebih dahulu, memahami orang lain lebih dahulu, sebelum didengarkan atau dimengerti orang lain. Steven Covey mengatakan, “ Kemampuan memahami dapat kita bangun melalui ketrampilan mendengarkan dengan baik.”
· Humble atau rendah hati. Komunikasi yang baik dan efektif dapat dibangun dari sikap rendah hati. Ketika berkomunikasi dengan siapapun (rekan dalam perusahaan atau diluar perusahaan)Sikap rendah hati ini erat kaitannya dengan respect atau dapat menghargai orang lain. Komunikasi yang dibangun dari rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati akan berjalan lebih baik dan efektif.
· Dan lainnya.
Semoga Bermanfaat. Follow twitter saya: @ekojalusantoso


