Jun 8


Dalam sebuah kesempatan berbagi motivasi, saya memulai pembicaraan dengan meminta satu orang peserta pelatihan untuk maju kedepan. Saya meminta peserta ini melompat setinggi-tingginya dan kemudian saya beri tanda ketinggian yg dicapainya. Seteleh ia melompat dua kali, kemudian saya tanyakan kepadanya, apakah ini lompatan tertingginya ? Ia menjawab “YA”. Kemudian saya berikan satu tantangan, agar ia melompat lebih tinggi lagi sampai menyentuh titik yang saya tentukan dan kalau berhasil saya berikan satu buku saya “The Art of Life Revolution” sebagai hadiahnya.


Iapun mulai berusaha melompat lebih tinggi agar menyentuh titik yg saya tentukan diatas titik pencapaiannya. Satu lompatan tidak berhasil dan dengan usaha yang lebih keras akhirnya lompatan kedua ia berhasil menyentuh titik yg saya tentukan. Peserta yang lainpun memberikan sambutan meriah dengan tepukan tangan atas pencapainnya.


Sahabat, kadang-kadang kita sebagai manusia tanpa disadari pernah juga mengalami hal yang sama dengan ilustrasi cerita peserta pelatihan diatas. Seringkali tanpa disadari kita membatasi diri kita dan menganggap seolah-olah apa yang sudah kita lakukan adalah lompatan-lompatan tertinggi yang bisa dicapai. Padahal kalau mau dengan usaha lebih keras – seperti yang dilakukan peserta diatas – akhirnya kita akan berhasil melompat lebih tinggi.

 

Tanpa disadari seringkali kita menganggap bahwa seolah-olah rutinitas yang kita kerjakan adalah kemampuan tertinggi yang sudah kita lakukan. Kemudian kita menetapkan persepsi yang salah terhadap kemampuan diri sendiri. Hal ini membuat kita terbelenggu dan tanpa mau mencoba melihat potensi lebih yang ada dalam diri kita masing-masing.


Rutinitas dan pola pikir seperti ini seolah-olah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua “Kelebihan Kita”. Kemudian menjadikan kita lebih sering mempercayai mentah-mentah apapun yang orang voniskan kepada kita, tanpa pernah berpikir benarkah Anda demikian itu? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.


Seperti halnya kisah seekor belalang yang baru keluar dari kotak yang mengurungnya. Dalam perjalan ia sangat keheranan ketika bertemu dengan seekor belalang lain yang mampu melompat lebih tinggi dari lompatannya. Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?”. Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan, “Dimanakah kamu tinggal selama ini ? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”. Saat itu si belalang baru menyadari kalau selama ini ia tinggal terkurung dalam sebuah kotak kecil. Kotak kecil itulah yang membatasi dirinya sehingga membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.


Sahabat yang baik, tidakkah Anda pernah bertanya kedalam nurani Anda sendiri, bahwa Anda sesungguhnya bisa “melompat lebih tinggi” dari batas lompatan Anda saat ini ? Apakah Anda pernah merenungkan sejenak, bahwa sesungguhnya ada potensi kekuatan luar biasa dalam diri Anda yang menunggu untuk dibangkitkan dalam diri Anda ? Kalau Anda mau berhenti sejenak untuk menggeser “kotak” dalam pikiran Anda, pasti Anda akan menemukan potensi luar biasa dalam diri Anda. SEMOGA BERMANFAAT.


***Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia | Penulis Buku “THE ART OF LIFE REVOLUTION”  dan “THE WISDOM OF BUSINESS”, Elex Media Komputindo.

 

Apr 29


“Tidak ada karya sempurna yang dihasilkan tiba-tiba. Semuanya melalui proses yang dimulai dari ketidaksempurnaan lebih dulu. Jadi tunggu apa lagi, yang terpenting berani memulai langkah pertama sekarang, perbaiki satu bagian demi satu bagian, maka karya sempurna yang anda inginkan akan terwujud di depan mata.”

 

Banyak orang memiliki keinginan untuk mengerjakan sesuatu atau memiliki hasrat untuk mencapai impian yang dicita-citakannya, tetapi selalu menunda atau bahkan tidak pernah berani memulainya. Kalau Anda memiliki sesuatu yang ingin Anda kerjakan, atau memiliki sesuatu hasrat yang Anda cita-citakan, mengapa anda tidak coba mulai mengerjakannya sekarang ? Mengapa tidak mencoba mengambil langkah pertama sekarang ? Mengambil langkah pertama sesungguhnya ada dalam jangkaun kita semua. Mengapa tidak memulainya hari ini ?

 

Kalau Anda ingin mengerjakan sesuatu karya yang besar, berangkatlah dari sesuatu yang kecil lebih dahulu agar lebih terasa ringan memulainya. Tidak ada karya yang besar yang selesai dikerjakan dnegan sekali duduk. Mulailah dari setahap demi setahap lebih dahulu. Seseorang yang menghasilkan buku setebal 300 halaman misalnya, sesungguhnya dimulai dari menyusun satu kalimat demi satu kalimat, kemudian menjadi satu halaman, satu bab demi satu bab dan akhirnya menjadi satu rangkaian buku.

 

Kalau Anda ingin menghasilkan karya yang sempurna, mengapa tidak Anda mulai berangkat dari ketidaksempurnaan lebih dahulu. Tidak ada karya yang sempurna tanpa melalui proses perbaikan demi perbaikan secara bertahap. Mengapa tidak memulai mengerjakannya dari sekarang ? Karena dari semua waktu yang tersedia, tidak ada yang lebih tepat daripada waktu sekarang.

 

Kalau Anda memiliki sesuatu impian, mengapa tidak anda memulai mewujudkannya hari ini ? Lakukanlah satu langkah menuju impian Anda mulai sekarang. Lakukan satu tahap demi satu tahap, lakukan setiap hari, setiap minggu dan seterusnya. Perbaiki satu bagian demi satu bagian mulai dari sekarang, maka yakinlah bahwa apa yang anda inginkan akan terwujud di depan mata. Ingatlah tidak ada karya yang sempurna yang dihasilkan secara tiba-tiba.

 

Mohon diingat bahwa tidak ada keberhasilan yang dicapai tanpa melalui proses yang disebut kegagalan. Jadi tunggu apa lagi, mulailah dari sekarang. Berangkatlah dari yang kecil, mulailah dari ketidaksempurnaan, lakukan perbaikan demi perbaikan secara bertahap dan konsisten, maka yakinlah apa yang Anda inginkan akan terwujud di depan mata Anda.

 

Salam Sukses Mulia,

Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia | www.ekojalusantoso.com

Apr 27

“Seimbangkan hidup Anda pada beberapa aspek penting kehidupan, karena sukses mulia itu bersifat holistik dan termasuk pada karier, keluarga, kesehatan dan spiritualitas.”

Kita percaya bahwa kehidupan memerlukan keseimbangan antara aspek fisik dan aspek spiritual. Apa yang kita lakukan dalam berbagai aktivitas kehidupan fisik misalnya akan mempengaruhi aspek spiritual kita, demikian juga sebaliknya. Maka berusahalah senantiasa menyeimbangkan dalam berbagai aspek kepentingan kehidupan fisik Anda dengan senantiasa dilandasi aspek spiritualitas. Kita tidak dapat memisahklan keduanya.

Keseimbangan hidup itu akan menciptakan sinergi satu dengan yang lainnya. Semakin baik satu aspek kehidupan Anda, maka diharapkan akan semakin efektif mendukung aspek kehidupan Anda yang lainnya. Semakin tinggi kualitas kehidupan spiritualitas Anda misalnya, maka akan semakin mendorong hati, pikiran dan tindakan senantiasa dilandasi oleh nilai-nilai spiritualitas yang Anda yakini. Dengan demikian apa yang Anda lakukan dalam berbagai aspek kehidupan fisik Anda seperti dalam karier misalnya, akan senantiasai dilandasi oleh nilai-nilai spiritualitas dalam diri. Inilah yang akan mengantarkan pada kesuksesan yang dapat membahagiakan.

Mereka yang tidak menyeimbangkan kehidupannya – utamanya antara aspek kepentingan fisik dengan spiritualitasnya - akan menemui kehidupan yang hampa dan kehilangan makna. Kalaupun mereka berhasil dalam satu sisi aspek kehidupan fisiknya misalnya, maka itu bukanlah keberhasilan sejati yang dapat membahagiakan dan meninggikan kualitas hidupnya. Demikian sebaliknya kalau mementingkan satu sisi aspek spiritualitanya semata dengan mengabaikan aspek kepentingan fisiknya seperti karier, keluarga misalnya, maka tidak akan menjadi manusia yang berdaya guna bagi sesamanya.

Memiliki fisik yang sehat akan mendorong hati dan pikiran menjadi lebih positif. Memiliki kesuburan jiwa, akan mendorong hati dan pikiran tumbuh lebih positif an bahagia. Dengan demikian keseimbangan akan menciptakan sinergi positif, yang pada akhirnya dapat menjadikan seseorang meraih sukses dan kemuliaan dalam hidup.

Maka sibukanlah dirimu dengan berbagai aktivitas kehidupan dunia, tetapi jangan pernah meninggalkan untuk menyibukkan hatimu untuk Allah.

Bagaimana menurut Anda …???

Salam Sukses Mulia,
Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia | Penulis Buku The Wisdom of Business, Elex Media komputindo.

Apr 21


Ketika Anda mendengar sebuah berita tentang seseorang yang tega melakukan tindakan pemerasan, penipuan atau korupsi untuk memeprkaya diri sendiri yang merugikan orang lain dan mereka tanpa merasa bersalah, apa yang ada dalam benak Anda ? Ketika Anda membaca sebuah berita tentang seseorang yang tega melakukan tindak kekerasan, merampok harta orang lain atau bahkan melakukan pembunuhan yang sadis, tanpa merasa dirinya bersalah, apa yang ada dalam pikiran Anda ?

 

Mendengar berbagai berita dan kejadian yang melanggar norma-norma kehidupan, tentu kita semua merasa sangat Prihatin. Semakin banyaknya kasus korupsi, pemerasan, perampokan dan tindakan kekerasan bahkan pembunuhan, tentu membuat kita semua merasa Prihatin. Sepertinya dengan mudahnya, nilai-nilai luhur dan norma-norma kehidupan dilanggar, tanpa merasa bersalah.

 

Ketika menyaksikan ada orang yang tega melakukan tindakan yang menyimpang norma kehidupan dan tanpa merasa bersalah, menurut saya setidaknya ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah mereka ini sudah mematikan mekanisme kerja rasa bersalah dalam dirinya. Mereka ini sudah mematikan “urat perasaan salahnya, sehingga sudah tidak ada perasan bersalah atau perasaan malu untuk melakukan tindakan kejahatan atau tindakan yang melanggar norma-norma kehidupan.

 

Kemungkinan kedua adalah mereka memang tidak memiliki tabungan investasi nilai-nilai luhur yang bersumber dari dalam hati yang ditanamkan sejak kecil. Artinya mereka ini miskin hati nuraninya atau tertutub hati nuraninya, karena tidak terbiasa ditanamkan nilai-nilai luhur ini dalam dirinya. Akibatnya mekanisme kerja hati nuraninya tidak mampu lagi menjadi kontrol bagi dirinya.

 

Mekasisme nurani bila selalu ditumbuhkan dalam diri sejak kecil, maka ketika seseorang akan bertindak menyimpang dari nilai-nilai luhur, ia akan bergerak bagaikan gelombang yang cepat-cepat mengirimkan sinyal berupa peringatan dini ke dalam diri seseorang. Mekanisme nurani ini selalu mengirimkan sinyal berupa tindakan kearah positif dan kebenaran. Mereka yang selalu menabung atau berinvestasi pada nilai-nilai luhur dalam dirinya, maka sinyalnya semakin kuat dan semakin mudah mengarahkan tindakan pada hal-hal positif. Ketika akan melakukan berbagai tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini dalam hati nurani, mekanisme hati nurani akan dengan cepat memberikan sinyal bahwa tindakan itu salah dan menyadarkan seseorang pada kebenaran.

 

Dalam kehidupan sehari-hari biasakanlah untuk selalu berinvestasi pada kebaikan dan nilai-nilai luhur sesuai dengan suara hati nurani. Anda dapat membiasakannya dengan selalu mendekatkan diri pada Allah, bergaul dengan orang-orang yang positif, senang berbagi keramahan, berbagi kebaikan, berbagi kasih sayang dan menumbuhkan rasa empati untuk menolong orang lain. Anda dapat memperbanyak tabungan investasi nilai-nilai luhur ini setiap saat.

 

Meningkatkan nilia-nilai luhur dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dalam keadaan apa saja. Ketika sedang bekerja, sedang belajar, sedang menjalankan usaha atau dalam berbagai kehidupan sehari-hari lainnya. Berusahalah menggunakan suara hati nurani sebagai pengawas perilaku dan sikap Anda dalam kehidupan. Berusaha melakukan dialog batin untuk mempertanyakan, mengkonfirmasi, mengingatkan atau kemudian menimbulkan kesadaran akan rasa bersalah, kesadaran akan rasa malu akan tindakan menyimpang dalam kehidupan. Semakin sering Anda melakukan investasi nilai-nilai luhur ini, maka semakin banyak tabungan investasi dalam diri Anda dan hasilnya sinyal peringatan dini tentang nilai-nilai kebaikan dan kebenaran akan semakin kuat. Suara hati akan semakin kuat memberikan bisikan pada diri kita. SEMOGA BERMANFAAT.

 

Salam Sukses Mulia,

Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia & Majelis Al-Ihsan Indonesia

Penulis Buku THE WIISDOM OF BUSINESS, Elex Media Komputindo.

Apr 16


“Agar dapat melesat secepat kilat meraih tujuan yang Anda dambakan, mulailah dengan merasakan dalam pikiran bahwa Anda telah sampai disana. Kemudian pertajam terus kemampuan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Anda, dimanapun, kapanpun dalam situasi apapun.”

 

Setiap orang tentunya sudah memiliki keinginan atau dambaan yang ingin dicapainya dalam kehidupan ini. Namun seringkali banyak diantaranya yang tidak berhasil meraih apa yang diinginkannya. Bagaimana agar kita dapat cepat berhasil mencapai tujuan kita ?

 

Salah satu caranya adalah dengan memulai memikirkan bahwa Anda telah sampai di tujuan yang Anda inginkan. Maka sebelum Anda berhasil meraih tujuan Anda, penting bagi Anda untuk dapat “melihat bahwa Anda sudah mendapakan tujuan itu dalam pikiran Anda.” Inilah yang disebut dengan kekuatan visualisasi.

 

Agar dapat memvisualisasikan tujuan Anda, penting bagi Anda untuk dapat mengetahui tujuan Anda yang jelas dan tajam sejernih kristal. Anda perlu mengetahui dengan berusaha menampilkan citra yang jelas dalam pikiran Anda tentang apa yang Anda inginkan. Maka buanglah berbagi hal yang tidak Anda inginkan dari pikiran Anda, sehingga Anda dapat fokus hanya pada tujuan yang Anda pikirkan.

 

Setelah dapat merasakan dalam pikiran bahwa Anda telah sampai di tujuan Anda, tidak kalah pentingnya adalah berusahalah mempertajam kemampuan Anda - khususnya kemampuan yang dapat mendorong tercapainya tujuan Anda tersebut -. Pertajam terus kemampuan Anda dimanapun, kapanpun dan dalam situasi apapun. Fokuslah terus pada tindakan-tindakan yang dapat mempercepat tercapainya tujuan Anda.

SEMOGA BERMANFAAT.

 

Salam Sukses Mulia,

Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia & Majelis Al-Ihsan Indonesia

Penulis Buku THE WISDOM OF BUSINESS, Elex Media Komputindo.

Apr 15