June 25th, 2008

Mohon maaf, sudah dua minggu ini saya kesulitan mengupdate artikel, nampaknya ada problem di connection komputer saya

KONSEP DIRI POSITIF

May 30th, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Dikisahkan ada dua orang kakak beradik yang sama-sama mengelola toko kelontong. Kakak beradik ini mendapatkan modal dari ayahnya untuk menjalankan usaha toko kelontong yang lokasinya tidak terlalu jauh berbeda. Sang ayah hanya berpesan tentang dua hal yang perlu diperhatikan, yakni, “ Pertama, jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu dan kedua setiap pergi dari rumah ke toko atau sebaliknya jangan sampai terkena sinar matahari.”

Waktu terus berjalan dan masing-masing berusaha mengelola tokonya dengan menjalankan pesan ayahnya. Setelah beberapa tahun ayahnya meninggal, kenyataan yang terjadi adalah anak yang lebih tua tokonya berkembang semakin besar, barang-barangnya semakin banyak dan menjadi semakin bertambah kaya. Sebaliknya, adiknya usahanya semakin menurun, barang-barangnya semakin menyusut dan menjadi semakin miskin.

Ibunya yang melihat hal itu merasa heran dan menanyakan kepada masing-masing anaknya. Ketika ditanyakan kepada anak yang lebih kecil jawabnya adalah, “ Semua ini karena saya mengikuti pesan ayah. Pesan pertama, saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Ayah juga berpesan agar setiap pergi dan pulang dari rumah ke toko saya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya selalu membawa mobil atau naik taksi menuju toko atau pulang kerumah. Padahal, kalau mau dengan berjalan kaki saja sampai, tetapi karena pesan ayah demikian maka pengeluaranku menjadi bertambah banyak.”

Sedangkan ketika Ibunya bertanya kepada anak yang lebih tua yang lebih berhasil mengelola tokonya, jawabnya adalah, “ Semua ini berkat dua pesan ayah tersebut. Pertama ayah berpesan supaya saya tidak menagih hutang kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan kepada orang lain sehingga modal saya tidak susut. Kalau ada orang yang ingin berhutang, saya lebih senang memberikan bantuan uang sesuai kemampuan saya saja, sehingga saya tidak perlu menagih hutang. Ayah juga berpesan agar setiap berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya selalu berangkat ke toko dengan berjalan kaki lebih awal sebelum matahari terbit dan pulang ke rumah lebih lambat sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Kebiasaan itu menjadikan banyak orang tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih panjang.”

Sahabat semuanya, kisah diatas saya dapatkan dari seorang teman yang entah dari mana sumber aslinya. Mungkin bukanlah kisah nyata, namun sesungguhnya memberikan pelajaran bermakna kepada kita semua, bahwa sebuah pesan atau kalimat dapat ditangkap berbeda sehingga memberikan hasil yang berbeda. Kalau seseorang mampu melihat dengan “positive attitude” maka ia berhasil menangkap pesan itu menjadi positif, pikirannyapun positif, tindakannyapun positif dan hasilnya adalah positif pula. Sebaliknya kalau pesan itu ditangkap dengan persepsi yang berbeda, maka pesan itu dianggap sebagai sebuah kesulitan bukan sebuah tantangan, hal ini akan mempengaruhi pikiran dan tindakannya, dan hasilnya adalah sesuatu yang negatif.

Setiap kalimat yang datang kepada diri kita dapat berarti positif atau negatif kepada diri kita, sesungguhnya pilihannya ditentukan oleh diri kita sendiri. Semua yang datang kepada diri kita, apakah itu negatif atau positif sesungguhnya tergantung bagaimana kita mengartikannya. Tanpa kita memberikan arti, maka setiap kalimat maupun keadaan yang datang kepada kita tidak akan memiliki makna sama sekali terhadap diri kita.

Yang perlu kita pahami adalah bahwa salah satu kunci keberhasilan hidup kita adalah bagaimana kita dapat mengembangkan KONSEP DIRI POSITIF. Konsep diri positif ini seperti sebuah sistem operasi yang mempengaruhi mental dan kemampuan berpikir positif seseorang. Konsep diri positif ini dapat masuk kedalam pikiran seseorang dan mempunyai bobot pengaruh yang besar terhadap kemampuan menerima dan mempersepsikan setiap pesan yang datang. Semakin positif konsep diri seseorang maka akan semakin mudah menangkap dan mempersepsikan setiap pesan yang datang menjadi sebuah pesan yang positif. Demikian pula sebaliknya.

Konsep diri positif memiliki peranan yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang. Karena konsep diri positif dapat mempengaruhi pola pikir dan tindakan seseorang menjadi positif dalam kehidupannya. Hasilnya adalah karakter pribadi positif yang menjadi modal bagi kesuksesan hidup. Nah, bagaimana dengan Anda ?. Pilihannya ditentukan oleh diri Anda sendiri. SEMOGA BERMANFAAT !

***Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan Buku “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani Menuju Kehidupan Penuh Potensi” Kduanya Diterbitkan Elex Media Komputindo.

KETIKA WAKTUNYA PULANG

May 23rd, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Sebelum kita manusia dilahirkan di dunia, sesungguhnya kita adalah makhluk spiritual murni yang suci dan berada di tempat ketinggian. Ketika dilahirkan di dunia, kita adalah makhluk spiritual dan sekaligus makhluk fisik yang sempurna. Dengan bekal kesempurnaan itu kita manusia diberi kesempatan sejenak untuk berkelana menikmati indahnya perjalanan kehidupan dunia. Namun, pada waktunya nanti, kita semua manusia akan dipanggil kembali untuk pulang menghadap Tuhan Sang Pencipta. Kemudian akan dipertanyakan apa yang sudah dilakukannya selama sejenak perjalanannya di dunia dan itulah yang akan menjadi bekalnya dalam perjalanan spiritual selanjutnya.

Ketika kita hidup di dunia, sesungguhnya kita manusia bagaikan anak-anak kecil yang sedang diberi kesempatan oleh sang Ibu untuk bermain-main di halaman rumahnya. Tuhan ibaratnya adalah Ibu kita, sedangkan halaman rumah ibaratnya adalah dunia luas milik Tuhan. Ada begitu banyaknya hamparan permainan di halaman rumah Tuhan dan kita manusia diberi kebebasan untuk menikmatinya. Namun salah satu pesan Tuhan adalah agar manusia memilih permainan yang bersih dan suci, agar pada saatnya kembali ke rumah Tuhan nanti dalam keadaan bersih dan suci. Karena Tuhan adalah Dzat Yang Maha Suci.

Namun karena asyiknya bermain di halaman rumah Tuhan, seringkali kita manusia lupa diri dan melanggar pesan Tuhan tersebut. Kita bermain-main di tempat yang kotor dan mengabaikan pesan larangan-larangan yang sudah ditetapkan Tuhan. Begitu banyaknya godaan kenikmatan dan permainan di dunia, seringkali membuat kita lupa diri lebih memperturutkan hawa nafsu dengan mengabaikan pesan larangan-larangan Tuhan.

Ketika tiba waktunya, maka Tuhan akan memanggil kembali kita untuk pulang ke rumahnya. Tuhan adalah Dzat Yang Maha Suci, maka rumahnya adalah rumah suci, untuk kembali memasuki rumahnya diperlukan kesucian diri kita. Seperti halnya anak kecil yang bermain kotoran tadi, maka ada dua cara untuk mensucikan diri. Pertama dengan berusaha mensucikan diri sendiri sebelum memasuki rumah Illahi, dengan selalu melakukan perbuatan dan tindakan yang tidak melangar larangan Tuhan. Kedua, karena begitu sayangnya Tuhan kepada kita, seperti seorang Ibu yang memandikan dulu anaknya sebelum memasuki rumah sucinya.

Sakit adalah salah satu cara Tuhan untuk memandikan manusia atau mensucikan kita manusia yang disayanginya, sebelum dipanggil kembali memasuki rumah sucinya. Allah SWT menghendaki datangnya musibah seperti rasa sakit pada seseorang tidak lain sebagai penghapus dosa hamba-hambanya. Nanti di akhirat ada dosa yang tak diperhitungkan lagi karena hukumannya sudah ditunaikan Allah SWT di dunia, demikian salah satu nasehat yang pernah saya dengar dari seorang ulama.

Kembali saya teringat sebuah hadist yang mengatakan, “Apabila Allah SWT menghendaki kebaikan bagi hamba-hambanya, maka didahulukan baginya hukuman di dunia dan bila Allah SWT menghendaki keburukan, maka dibiarkan dengan dosa-dosanya, sehingga dosa-dosanya itu dibalas pada hari kiamat.” Maka ketika beberapa tahun lalu ayah saya mulai didiagnosa menderita penyakit lemah jantung hingga pernah harus dirawat di ICCU, mungkin inilah yang dimaksudkan dalam hadits tersebut diatas. Allah SWT menyayangi ayah saya dan menghendaki kebaikannya, sehingga diberilah rasa sakit untuk mensucikan sebelum memanggilnya kembali ke rumah suciNya.

Saya bersyukur Tuhan masih memanjangkan umur bapak sehingga kami semua masih diberi kesempatan untuk berkumpul dengannya. Kemudian tepatnya pada tanggal sepuluh bulan lima tahun duaribu delapan lalu, setelah kembali menderita sakit beberapa hari, bapak dipanggil pulang ke Rahmatullah. Begitulah rupanya cara Tuhan mempersiapkan bapak untuk memasuki rumah suci-Nya agar dalam keadaan bersih dan suci, kembali menghadap Sang Illahi.

Kita manusia sebaiknya menyadari hanyalah mahkluk kecil dan sangat kecil di permukaan bumi ini, kalau dihadapkan pada kebesaran Allah Tuhan Yang Maha Menguasai Alam Raya. Kita manusia hanyalah makhluk lemah dan tak berdaya di permukaan dunia ini, kalau dihadapkan pada kekuasaan Allah Tuhan Yang Maha Besar. Tidak ada artinya itu kekuasaan manusia di dunia, tidak ada nilainya itu harta kekayaan manusia di dunia, tidak ada itu artinya ilmunya di dunia, kalau dibandingkan dengan kekuasaan, kekayaan dan kebesaran Allah Tuhan Yang Maha Menguasai Kehidupan.

Pada waktunya tiba, semua itu harus kita tinggalkan untuk menghadap kepada Tuhan. Tidak ada cara untuk menghadapinya, selain keikhlasan, kebersihan, kesucian dan kepasrahan hati. Tidak ada bekal untuk menghadap-Nya selain amal ibadah dan kesucian diri. Itulah ketentuan yang sudah ditetapkan di setiap pundak manusia. Karena setiap yang bernyawa akan merasakan mati, setiap yang berjiwa akan merasakan mati, maka lebih baik mempersiapkan diri dengan keikhlasan, kesucian dan kepasrahan untuk menghadapinya. SEMOGA BERMANFAAT.

Ditulis untuk mengenang berpulangnya ke Rahmatullah ayah kami tercinta Bpk. Salam Siswo Sugiarto, pada Tanggal 10 Mei 2008 di Yogyakarta. Selamat beristirahat ayah, di kediaman yang dinaungi kemuliaan Allah SWT.

***Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan buku “Heart Revolution: Revolusi Hati Nurani Menuju Kehidupan Penuh Potensi”, Keduanya Diterbitkan Elex Media Komputindo.

SELAMAT JALAN BAPAK

May 22nd, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Tanggal sepuluh bulan lima tahun duaribu delapan, Seperti mimpi yang tak ingin terjadi, Tiba-tiba lemas seluruh sendi-sendi tulang ragaku, Tenggorokanku tersekat dan lidahku kelu tak bisa berucap, Hanya gumam lirih Inna lillahi wa inna illaihi raji’un, Mengantar berpulangnya bapak menghadap Illahi.

Kini waktu tak lagi menyatukan raga kita, Namun bapak tetaplah sosok istimewa dalam hidupku, Seorang guru sejati yang tak ada penggantinya, Karena dengannya aku pertama mengenal dunia, Dengannya aku belajar mengukir kata, Dengannya aku berhasil menjejakan kaki di dunia.

Ia seorang guru sejati yang teguh dalam akidah, Sosok pejuang keras dengan pikiran dan keringatnya, Tak pernah lelah mengabdikan hidup untuk kebajikan, Dengan keteladanan dan kasih sayang sebagai pelanginya, Dengan kebijaksanaan dan kerendahan hati sebagai bajunya, Ia telah mewarnai hatiku dan mewarnai dunianya.

Kepergianmu adalah kehilangan mendalam bagiku, Tak ada yang dapat menggantikanmu dalam hatiku, Kepualangmu adalah kepedihan mendalam bagiku, Namun keikhlasanlah yang dapat mengantarmu, Selamat jalan untuk bertemu dengan kekasih-Mu, Doa-doa kami yang akan selalu menemanimu.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih, Engkaulah tempat kembalinya semua kehidupan, Terimalah berpulangnya ayah kami dalam haribaan-MU,Yang kembali dengan kesucian dan keberhasihan hati, Sayangilah dia seperti ia mengasihi kami selama ini.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun,Ampunilah segala kesalahannya, Terimalah Iman dan Islamnya, Jadikan amal kebaikan sebagai bekalnya,Dan tempatkanlah Ia dalam kediaman yang dinaungi kemuliaan-Mu.

Ditulis untuk mengenang berpulangnya ayah kami Bpk. Salam Siswosugiarto Kepangkuan Illahi Pada Tanggal 10 Mei 2008 di Yogyakarta.

UCAPAN TERIMAKASIH

May 22nd, 2008

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un

Dengan tulus dan kerendahan hati, perkenankanlah kami sekeluarga mengucapkan TERIMAKASIH atas segala perhatian, doa dan bantuan yang telah diberikan oleh bapak/ibu dan rekan-rekan semuanya, atas berpulangnya ke Rahmatullah ayahanda kami tercinta:

 Bpk. Salam Siswosugiarto

Sabtu, 10 Mei 2008 pkl. 13.00 WIB di RS Bethesda Yogyakarta, dalam usia 74 tahun, Dimakamkan Minggu, 11 Mei 2008 Pkl. 11.00 WIB di Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah.

Semoga segala perhatian, bantuan dan doa yang telah diberikan oleh bapak/ibu dan rekan-rekan semuanya baik kepada almarhum ayah kami maupun kepada kami sekeluarga dapat diterima oleh Allah SWT dan menjadi amal ibadah bagi rekan-rekan semuanya sehingga mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT. Amien.

Wassalam, Eko Jalu Santoso dan Keluarga

SEKALI HIDUP, JADILAH BERARTI

May 5th, 2008

“ Hidup adalah bertindak, mencipta, berkarya dan berbagi kebaikan untuk sesama. Karena hidup adalah pengabdian dan tanggungjawab kepada Tuhan. Sekali hidup, jadikanlah itu berarti bagi sesama kehidupan dan dunia.” – Eko Jalu Santoso, Motivasi Indonesia

Banyak orang yang hidup di dunia hanya sibuk dengan urusannya sendiri, kemudian menghabiskan waktu kehidupan tanpa dikenal dan akhirnya lama kelamaan hilang ditelan sejarah kehidupan, tanpa dikenang. Namun tidak sedikit pula orang yang namanya harum dikenang dalam sejarah kehidupan, karena hidupnya sangat berarti bagi orang lain. Anda mau memilih hidup yang mana ?

“Sekali hidup, jadikanlah itu berarti bagi sesama kehidupan dan dunia”. SEMOGA BERMANFAAT.

10 KARAKTER PRIBADI SUKSES MULIA

April 29th, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Ketika ditanyakan tujuan hidupnya, hampir setiap orang dari golongan manapun, agama apapun, bangsa manapun, selalu menginginkan kesuksesan dalam hidupnya. Sukses sudah menjadi tujuan banyak manusia, apapun pardigma sukses itu baginya. Namun apakah sukses itu dapat menjamin kemuliaan hidup seseorang ? Jawabannya, belum tentu. Kalau itu yang dimaksudkan kemuliaan hidup di dunia, mungkin bisa. Karena kemuliaan hidup di dunia bisa didapatkan dengan kekayaan harta. Namun kalau itu kemuliaan hidup dunia dan akherat, belum tentu. Karena kemuliaan hidup di akhirat hanya dapat diperoleh dengan ketakwaan kepada Allah swt.

Banyak diantara kita yang masih mempersepsikan arti kesuksesan hidup. Pandangan umum sebagian besar orang dalam mengukur kesuksesan hidup hanyalah dari segi materi, seperti memiliki kekayaan pribadi, memiliki jabatan yang tinggi, memiliki popularitas dan lain sebagainya. Mereka masih belum melihat pada sisi kemuliaannya. Padahal, materi baru dapat dijadikan tolok ukur sukses dunia saja, tetapi tidak dapat dijadikan tolok ukur seseorang itu meraih kemuliaan hidupnya. Materi tidak menjamin seseorang meraih kemuliaan, kalau dirinya tidak memahami keutamaan dari materi tersebut dengan benar.

Kalau demikian memiliki cita-cita menjadi sukses saja belumlah cukup, karena belum dapat menjamin kemuliaan hidup di akherat. Untuk dapat menjamin kesuksesan di dunia dan akherat diperlukan sukses dan mulia. Ya, sukses mulia, siapa yang tidak ingin meraih sukses mulia ? Inilah cita-cita tertinggi banyak manusia. Mungkin cita-cita Anda dan termasuk saya masih terus belajar dan berusaha untuk dapat mencapai sukses mulia ini. Pertanyaannya, bagaimana agar kita dapat mencapai pribadi yang sukses dan mulia ?

Untuk mencapai kesana, kita perlu memahami bagaimana cirri-ciri pribadi Sukses mulia itu. Beberapa yang dapat kami rangkum mengani cirri-ciri pribadi sukss mulia adalah:

1. Pandai Membina Hubungan

Tidak ada orang yang sukses tanpa mendapatkan dukungan dari orang lain. Salah satu contohnyanya, kesuksesan pasangan HaDE menjadi Gubernur Jawa Barat tidak lepas dari dukungan para pemilihnya. Karena itu orang-orang yang sukses dan mulia, bukan hanya pandai dalam membina hubungan dengan orang lain, melainkan pandai meraih dukungan dari orang lain. Mereka adalah pribadi yang senang menyambung tali persaudaraan dalam setiap kondisi, menebarkan salam, memerhatikan urusan orang lain, memiliki sikap empati pada orang yang membutuhkan dan berusaha mengamalkan kebajikan. Mereka pandai dala membina hubungan dengan hati. Bagaimana membina relationship dengan hati ? Dalam buku saya “Heart Revolution” yang diterbitkan Elex Media Komputindo, salah satunya membahas dengan detail kiat-kiat Sukses membina relationshipo dengan hati. Mereka yang pandai membina hubungan dengan hati, setiap kehadiran dirinya menjadikan kenyamanan bagi orang lain, karena senantiasa menebarkan kebajikan bagi sesama. Hasilnya banyak orang yang senang dan mendukungnya. Inilah yang dapat mengantarkan dirinya meraih Sukses dalam karier dan kehidupan bisnisnya.

2. Senang Menuntut Ilmu

Salah satu ciri pribadi Sukses mulia adalah senang menuntut ilmu dan mengamalkan ilmunya untuk kebaikan bagi orang lain. Ia meyakini memiliki ilmu pengetahuan dapat mengantarkan dirinya meraih sukses dan kemuliaan hidup. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Allah dalam kitab suci-Nya, ”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

3. Beriman kepada Allah SWT

Ciri lain yang sangat mononjol pada pribadi orang yang sukses dan mulia adalah memiliki keyakinan keimanan kepada Allah SWT. Mereka senantiasa menghadirkan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa dalam setiap aktivitas kehidupannya. Tidak pernha meninggalak perintah-perintahnya dan dalam karier, Bisnis dan kehidupannya tidak melanggar syraiat yang ditetapkanm oleh Allah. Mereka senang mengerjakan amal saleh dan saling menasihati dalam kebenaran dengan kesabaran.

4. Berakhlak Yang Baik

Pribadi Sukses mulia memiliki akhlak dan perilaku yang baik. Mereka dapat menjadi teladan dalam kebajikan dan khlak mulia. Akhlak itu tempatnya ada di dalam hati. Ia adalah “pusat komando” perilaku manusia atau penentu baik-buruk perilaku seseorang. Kalau hatinya bersih, maka akhlaknya dijamin baik. Dengan demikian kejernihan hati adalah fondasi penting bagi akhlak yang baik. Mereka yang berakhlak baik, memiliki sifat pemaaf, suka mengajak kepada kebenaran, penuh kasih sayang, suka berlindung hanya kepada Allah SWT.

5. Berpikir dan Bersikap Positif

Berpikir, bersikap dan bertindak positif adalah salah satu ciri pribadi yang sukses mulia. Dalam menyikapi banyak hal dalam kehidupan yang datang kepadanya selalu mengarahkan hati dan pikirannya pada sisi positif. Menghindari prasangka negative, baik dari dalam hati maupun dalam ucapan dan tindakan. Memandang positif setiap kejadian yang datang. Tindakannya selalu mengandung kebajikan, membuat orang lain senang, atau tidak menyakiti hati orang lain. Pembicaraannya selalu baik, kata-katanya santun, lemah-lembut, yang dilandasi kejujuran dan kebenaran atau “shidqi”.


6. Sikap Rendah hati

Pribadi Sukses mulia adalah pribadi yang rendah hati atau tawadhu’. Memiliki perasaan lemah dan kecil di hadapan Allah Yang Maha Besar. Menyadari bahwa dirinya adalah “hamba” atau abdi Allah semata. Sifat ini akan membuat seseorang tidak berlaku sombong, tidak memandang dirinya paling benar, tidak berlaku arogan dan mampu mengendalikan ego dalam dirinya. Apapun posisinya saat iin, kekuasaan yang dimilikinya, harta kekayaan yang dimilikinya, jabatan tinggi yang dipegangnya, menyadari semuanya datangnya dari Allah swt. Maka ia hanya menggunakannya untuk kepentingan mengabdi kepada Allah semata. Ia tunduk kepada kebenaran dan mengikutinya, walaupun kebenaran itu datang dari orang kecil sekalipun.

7. Kuat dan tahan banting

Ketujuh adalah memiliki sifat yang kuat dan tahan banting. Artinya memiliki ketahanan fisik dan mental yang tinggi, memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang kuat. Ketika menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan, tidak mudah putus asa dan tidak suka mengeluh. Tidak pernah berputus asa atas rahmat Allah. Berani menghadapi tantangan perubahan dalam kehidupan. Kuat juga bisa dimaknai unggul dan berkualitas.


8. Mengendalikan Emosi

Emosi adalah inti rahasia kebijaksanaan, demikian salah satu tulisan yang saya bahas dalam buku saya “Heart Revolution” yang diterbitkan Elex Media Komputindo dan beredar di Gramedia. Dalam salah satu bab buku tersebut secara detail dibahas bagaimana dapat mengendalikan emosi dan mampu mengubahnya menjadi energi positif bagi kesuksesan pribadi. Salah satu cirri pribadi Sukses mulia adalah pandai mengendalikan emosi. Emosi sesungguhnya sangat dekat dengan nafsu dan ego pribadi. Kalau hal itu diperturutkan dalam membawa malapetaka. Orang sedang emosi sebenarnya sedang dikuasai hawa nafsu dan eg pribadinya. Hal ini menutup hati dan pikirannya menjadi tidak jernih dan tidak bersih. Akibatnya akalnya menjadi tidak berfungsi normal. Ada pepatah bijak yang mengatakan bahwa, orang yang gagah perkasa bukanlah kuat bergulat, tetapi orang yang gagah perkasa adalah yang dapat mengendalikan nafsunya (dirinya) ketika sedang dilanda emosi amarah.”

9. Bertumbuh Lebih Baik Setiap Hari

Senang mengembangkan kualitas dirinya untuk terus bertumbuh lebih baik setiap hari. Mereka mengikuti yang disabdakan oleh Nabi dengan selalu berusaha agar hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini, agar dapat menjadi manusia yang beruntung. Inilah prinsip hidupnya baik dalam kehidupan sosial, spiritual maupun kehidupan profesionalnya, selalu berusaha meriah prestasi lebih baik setiap harinya.


10. Pandai bersyukur dan “Qana’ah”

Pandai bersykur atas segala rahmat dna kenikmatan yang diterimanya dari Allah adalah ciri pribadi Sukses mulia. Merasa serba berkecukupan atau “Qana’ah” dengan rezeki dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT. Sikap demikian membuatnya tenang, damai di hati dan senantiasa pandai mensyukuri pemberian-Nya. Sikap demikian tiak berarti melemahkan semangat dan motivasi untuk berprestasi lebih tinggi. Namun dapat menerima setiap hasil yang diperoleh dalam setiap tahapan proses dengan penuh rasa syukur, dengan terus berikhtiar untuk mengembangkan kualitas diri lebih tinggi.

SEMOGA BERMANFAAT. Salam Motivasi Sukses Dan Mulia.

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia [motivasiindonesia@yahoogroups.com] dan Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan Buku “Heart Revolution: Revolusi Hati Nurani”, Keduanya Diterbitkan Elex Media Komputindo.

MEMBERI ADALAH IMBALAN ITU SENDIRI

April 25th, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

“Sesungguhnya Allah senang bila Ia memberi nikmat kepada hamba-Nya, nikmat itu tampak bekasnya” - Al-Hadits-

Banyak diantara kita sudah menyaksikan suatu bukti kebenaran yang sudah pasti bahwa setiap orang yang dengan ikhlas banyak memberi, berbagi dan menolong sesamanya akan memperoleh imbalan yang berlipat ganda. Namun tidak sedikit orang yang kurang menyadar, kurang memperhatikan hal ini, atau bahkan masih meragukan bukti kebenaran yang ada dihadapan mereka. Ada juga sebagian orang yang pikirannya dipenuhi kekawatiran tentang sesuatu keadaan yang akan datang yang belum pasti, sehingga kawatir kalau semakin banyak memberi akan semakin banyak mengurangi miliknya. Akibatnya mereka senang menyimpan dan menimbun harta, ilmu maupun apa yang dimilikinya hanya untuk dirinya sendiri.

Terkadang kita kurang menyadari bahwa sesungguhnya kita telah mendapatkan kenikmatan yang tiada ternilai, dengan memiliki berbagai karunia seperti kesempatan dalam melangkah dengan kedua kaki, melihat dengan kedua mata, bernafas dengan nyaman dan menikmati kehidupan yang tenang ini. Maka sudah sepantasnya kalau rasa kenikmatan itu kita pancarkan melalui bentuk bersyukur dengan senang memberi dan berbagi dengan orang lain. Dengan senang memberi dan berbagi, maka kegembiraan Anda akan terpancar dari hati dan pikiran Anda yang semakin tenang, nyaman dan merasa bahagia. Maka, sepatutnya rasa gembira atas kenikmatan kita itu senantiasa kita ungkapkan dengan terus bersyukur dengan berupaya membagi kebahagiaan itu kepada sesamanya.

Memberi dan berbagi sesungguhnya adalah menyebarkan energi positif dari dalam diri kita. Energi yang akan menyebar dari memberi, bukan hanya memberikan kebahagiaan bagi orang lain yang menerimanya, tetapi juga menciptakan lebih banyak lagi kebahagiaan bagi si pemberi. Hal ini yang sering kurang disadari oleh kita. Padahal ini adalah hukum kehidupan yang benar, tidak peduli apakah si pemberi menginginkannya atau bahkan tidak menyadarinya. Setiap apa yang diberikan akan kembali pada dirinya, bahkan dalam jumlah yang berlipatganda..

Berbagai kenikmatan yang kita miliki, apakah itu ilmu pengetahuan atau utamanya adalah uang, perlu disyukuri dengan mengalirkannya sebagian kepada orang lain. Karena ilmu pengetahuan dan rezeki sesungguhnya adalah sirkulasi yang terus mengalir. Kalau Anda hanya menyimpannya berarti menutup alirannyaIlmu dan uang itu mengalir

Semakin banyak kita mengalirkan kenikmatan dan kebahagiaan dengan orang lain, makakita membuka pipa-pipa aliran kebahagiaan kita menjadi meningkat dan terus mengalir kembali kedalam diri dengan lancar.

Namun sebaliknya, bila Anda memiliki ketakutan tentang masa depan yang belum jelas, kemudian hanya mementingkan diri sendiri, menyimpan kebahagiaan anda untuk diri sendiri, menimbun uang dan segala sesuatu yang anda miliki hanya untuk diri sendiri, maka tanpa anda sadari sesungguhnya Anda membatasi aliran kebahagiaan Anda. Anda memasang sendiri pipa-pipa buntu yang menyulitkan kembali aliran rezeki, ilmu dan kebahagiaan itu.

Agar aliran ilmu, rezeki dan kebahagiaan itu terus mengalir dan tidak berhenti, kita harus banyak mengalirkannya kembali dengan memberi dan berbagi. Bersikaplah murah hati dengan banyak memberi. Memberi dan berbagai apa saja yang bisa kita lakukan. Ketemu dengan orang lain menyapa dan melempar senyuman, misalnya adalah sebuah sedekah. Senang berbagi ilmu pengetahuan dan pemikiran melalui diskusi dan tulisan adalah sikap murah hati. Membayar upah tambahan bagi orang lain yang membantu kita sebanding dengan rezeki yang Anda terima, menolong orang lain tanpa berharap ucapan terimakasih, adalah sikap keikhlasan.

Intinya, berikanlah perhatian kepada orang-orang disekeliling kita. Dermakan sebagian rezeki yang kita peroleh ke orang-orang yang membutuhkannya. Buktikan sendiri, kalau hal-hal sederhana ini seringkali kita lakukan secara teratur, kita akan menemui hal-hal istimewa datang dalam kehidupan kita. Segala sesuatu yang telah kita mulai, akan mengalir kembali kepada kita. Bisa saja melalui orang yang sama, atau melalui orang lain yang tidak pernah kita duga. Bisa berupa kebaikan yang sama, atau bisa jadi sudah berubah bentuk menjadi kebaikan lainnya, seperti dimudahkan dalam berbagai urusan, merasakan ketenangan hati, kebahagiaan atau mendapatkan keselamatan, dll.

PRINSIP SUKSES MULIA ADALAH:

Kalau Anda ingin meraih keberhasilan hidup, ingin mendapatkan kebahagiaan sejati, ingin lebih disayangi oleh banyak orang, ingin lebih dihormati, ingin meraih Sukses dan kemuliaan dalam hidup dan ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, cara untuk mendapatkannya sangat sederhana yakni, mulailah dengan banyak memebri dan berbagi. Bersegeralah membiasakan untuk senang memberi dan berbagi, seperti menginfakkan sebagian harta Anda, membagikan ilmu Anda, senang menolong orang lain, memiliki sikap empati pada ornag yang kesulitan atau apapun yang bisa membahagiakan orang lain. Segala sesuatu yang anda bagikan dan apa yang anda berikan akan kembali, bahkan lengkap dengan bunganya yang berlipat ganda. [EJS] SEMOGA BERMANFAAT.

Salam Motivasi Sukses Dan Mulia.

***Eko Jalu Santoso Adalah Founder Motivasi Indonesia [motivasiindonesia@yahoogroups.com], Penulis Buku “The Art of Life Revolution” dan buku “Heart Revolution: Revolusi Hati Nurani”, Keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo.

ENGKAU ADALAH PRIBADI BERUNTUNG

April 18th, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Sahabatku, Kalau engkau bangun dan membuka matamu di pagi hari, Engkau mendapati tubuhmu terasa sehat dan segar, Engkau dapat menghirup segar dan cerahnya udara pagi hari yang indah, Maka bersyukurlah kepada Allah Tuhan Yang Memberimu Kehidupan, Karena Engkau termasuk pribadi yang beruntung, Masih ada jutaan orang yang tidak bisa bangun karena sakit, Ada jutaan orang yang tidak bisa bertahan hidup dalam hari ini.

Sahabatku, Ketika engkau tinggal di rumah yang baik, Engkau memiliki keluarga yang menyayangimu, Engkau memiliki makanan yang cukup sehat, Engkau dapat membaca buku dan belajar menuntut ilmu, Maka bersyUkurlah kepada Allah Tuhan Sang Maha Pemurah, Karena engkau termasuk orang yang terpilih, Ada ratusan juta orang yang tidak dapat tinggal dengan layak, Ada ratusan juta orang yang masih hidup dalam kelaparan, Ada ratusan juta orang yang tidak berkesempatan untuk belajar ilmu.

Sahabatku, Kalau engkau memiliki pekerjaan yang layak, Engkau memiliki uang yang ditabung di bank, Engkau dapat membeli kendaraan yang baik, baju dan makanan di restoran, Maka Bersyukurlah Kepada Allah Tuhan Yang Maha Pengasih, Karena engkau termasuk orang yang kaya di dunia, Masih ada ratusan juta orang yang menjadi pengangguran, Masih ada milyaran orang yang hidupnya serba kekurangan.

Sahabatku, Kalau engkau dapat hidup tenang di Negara yang damai, Engkau tidak merasakan penjara, penyiksaan dan kekejaman,

Engka dapat merasakan kebebasan berbicara dan kedamaian hidup, Engkau dapat melaksanakan ibadahmu dengan tenang dan nyaman, Maka bersyukurlah kepada Allah Tuhan Yang Maha Melindungi, Karena Engkau termasuk orang beruntung, Karena ada jutaan orang yang tidak dapat merasakan kebebasan hidup, Ada ratusan juta orang yang tidak dapat melaksanakan ibadahnya dengan tenang, Ada ratusan juta orang yang terpenjara dan mengalami penyiksaan.

Sahabatku, Di pagi yang cerah dan indah ini, Luangkan waktu sejenak untuk merenungkan kembali, Berapa banyak berkah dan rahmat dari Allah yang telah engkau terima, Berapa banyak kenikmatan dari Allah terlimpah kepadamu, Engkau akan menemukan betapa hidupmu sunguh sangat beruntung, Betapa banyaknya rahmat dan berkah Allah yang telah engkau terima.

Sahabatku, Engkau adalah pribadi yang beruntung, Engkau adalah pribadi yang sangat kaya, Maka bersyukurlah kepada-Nya

Banyaklah bersyukur atas rahmat-Nya, Banyaklah berbagi dengan sesama kehidupan, Agar hidup menjadi lebih bermakna dan berdayaguna.

SEMOGA BERMANFAAT DAN HAVE A NICE WEEKEND.

***Eko Jalu Santoso, Founder Motivasi Indonesia, Penulis Buku “The Art of Life Revolution” & Buku “Heart Revolution”, Elex Media Komputindo, Email: ekojalus@gmail.com

MOVING TOWARD SOMETHING

April 11th, 2008

Oleh: Eko Jalu Santoso

Banyak orang menginginkan keadaannya berubah menjadi lebih baik dari apa yang dirasakannya saat ini. Ada sebagian yang karena terpaksa harus meninggalkan keadaannya yang dirasakan tidak mengenakkan baginya saat ini, ada sebagian lainnya yang dengan kesadaran dirinya untuk terus bertumbuh menjadi lebih baik, dan ada sebagian lainnya karena memiliki keinginan untuk menuju sesuatu keadaan yang lebih baik.

Apapun alasannya, yang terpenting adalah memiliki keberanian diri untuk menuju sesuatu yang lebih baik. Memiliki keberanian bertindak untuk mengubah keadaannya atau bertumbuh menjadi lebih baik. Karena hanya dengan keberanian bertindak itulah yang akan mengantarkan seseorang menjadi bertumbuh lebih baik dari keadaannya sekarang ini.

Tidak ada orang yang dapat bertumbuh menjadi lebih baik tanpa berani mengupayakan perubahan keadaan yang lebih baik dari keadaannya sekarang ini. Tidak ada orang yang berhasil mencapai sesuatu yang lebih baik, tanpa berani bertindak meninggalkan keadaannya sekarang ini.

Sahabat yang baik, kalau kita ingin berhasil memenuhi tuntutan keinginan kita untuk menuju sesuatu yang lebih baik, kita harus mampu berpikir, bersikap dan bertindak menuju sesuatu yang lebih baik dari apa yang bisa kita lakukan sekarang ini. Kalau demikian maka diperlukan kesediaan diri kita untuk terus belajar dan belajar meningkatkan kualitas diri kita.

Misalnya, saat ini Anda adalah seorang supervisor, kalau Anda ingin menjadi manajer, maka Anda harus mampu berpikir, bersikap dan bertindak seperti seorang manajer. Kalau Anda menjadi manajer dan ingin menjadi direktur, maka diperlukan kemampuan berpikir, bersikap dan bertindak sebagai seorang direktur. Kalau Anda saat ini adalah karyawan dan ingin menjadi seorang pengusaha, diperlukan kemampuan Anda untuk berpikir, bersikap dan bertindak sebagai seorang pengusaha.

Cara terbaik untuk terus bertumbuh lebih baik adalah dengan berusaha menjadi lebih baik dibandingkan sekarang ini. Cara terbaik untuk menuju tingkatan lebih tinggi adalah dengan berusaha menjadi lebih tinggi dari sekarang. Cara terbaik untuk naik kelas lebih tinggi adalah dengan meninggalkan kelas kita sekarang ini.

Menurut Anthony Robbins yang disampaikan dalam bukunya Unlimited Power, pada dasarnya tujuan hidup setiap orang itu bisa digolongkan dalam dua tujuan, yaitu “Moving Away” atau menghindari sesuatu dan “Moving Toward Something” atau menuju sesuatu. Mereka yang tujuan hidupnya moving away, pada umumnya hanya ingin meninggalkan hal-hal yang tidak diinginkannya saat ini. Seperti karena saat ini miskin maka ia tidak ingin miskin, karena saat ini menderita maka ia tidak ingin menderita, karena saat ini hidupnya susah maka ia tidak ingin susah hidupnya. Tetapi ketika ditanya lebih detail apa tujuan sukses yang ingin diraihnya, ia tidak dapat menggambarkan dengan jelas. Baginya berhasil menghindari keadaanya sekarang berarti sudah berhasil mencapai tujuannya. Akibatnya orang-orang seperti ini cepat merasa puas dan hanya menjadi orang kebanyakan. Ia merasa cukup puas ketika sudah berhasil menghindari keadaanya, merasa tujuan hidupnya sudah tercapai. Namun ia tidak menyadari bahwa potensi dirinya bisa menjadi lebih baik lagi dari apa yang dicapainya saat ini.

Berbeda dengan mereka yang memiliki tujuan hidup moving toward something. Mereka kalau ditanya tujuan hidupnya, akan menjawab dengan tegas mengenai hal-hal yang mereka INGINKAN untuk dicapai dalam hidupnya, hal-hal yang ingin mereka raih dalam hidupnya. Misalnya ingin berhasil menjadi manajer, ingin menjadi direktur, ingin menjadi pengusaha sukses, ingin menjadi pimpinan cabang, ingin menjadi menteri, ingin hidupnya lebih berkualitas, ingin hidupnya lebih bermakna bagi banyak orang lain dan lain sebagainya. Ia menginginkan selalu bertumbuh menuju keadaan yang lebih baik, bertumbuh menjadi bintang dan meraih apa yang ingin mereka cita-citakan dalam hidupnya. Berani mengambil resiko perubahan untuk meraih keadaan baru yang lebih baik.

Bagaimana agar kita dapat selalu bertumbuh menuju sesuatu atau moving toward something yang lebih baik dari keadaan kita saat ini ? Berikut ini beberapa pertimbangan untuk keberhasilan kita agar selalu bertumbuh menuju sesuatu yang lebih baik dalam kehidupan kita.

1. Berpikir, bersikap dan bertindaklah bahwa Anda harus selalu bertumbuh lebih baik dari keadaaaan Anda sekarang ini untuk mencapai kebintangan dalam hidup Anda. Hal ini sejalan dengan apa yang dinasehatkan oleh Nabi Muhammad saw agar kita selalu berusaha menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini agar termasuk golongan orang yang beruntung.

2. Belajar dan terusnya belajar mengembangkan diri agar dapat berpikir, bersikap dan bertindak lebih baik dari sekarang ini. Continues learning and never ending improvement atau terus belajar dan tidak pernah berhenti memperbaiki kualitas diri kita.

3. Tanamkan keyakinan dalam hati dan pikiran bahwa Anda dapat bertumbuh lebih baik lagi mengalahkan keadaan anda sekarang ini.

4. Tetapkan tujuan tertinggi yang ingin Anda capai dengan alasan yang kuat yang dapat menjadi pendorong semangat dan motivasi dari dalam diri Anda bahwa tujuan itu adalah hak Anda yang harus anda raih dalam hidup ini.

5. Berani melakukan sesuatu yang baru yang lebih baik dari apa yang Anda lakukan sekarang ini. Anda tidak akan pernah tahu kalau Anda mampu melakukan yang lebih baik tanpa berani mencoba melakukannya.

6. Untuk mewujudkan impian Anda, yang paling penting adalah berani mengambil tindakan secepatnya. Jangan tunda lagi untuk berani melakukan sesutu yang Anda yakini akan membawa kebaikan dalam hidup Anda. Jangan hanya menyimpan impian dalam angan-angan dan pikiran, tetapi laksanakan dalam tindakan nyata.

7. Jangan pernah lupa menghadirkan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa dalam setiap langkah dan tindakan yang kita lakukan. Yakinlah bahwa Allah adalah penolong terbaik kita. Serahkanlah setiap yang sudah kita lakukan hanyalah pada ridha dan ijin Allah semata. InsyaAllah kekuatan dan kasih sayang Allah akan hadir dalam setiap langkah kehdiupan kita.

SEMOGA BERMANFAAT. Salam Motivasi Sukses Dan Mulia.

***Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia | motivasiindonesia@yahoogroups.com | Penulis Buku The Art of Life Revolution dan Heart Revolution, Keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo |