Kemerdekaan Itu…..

August 20th, 2010

Kemerdekaan itu,

bukan sekedar bebas dari penjajahan bangsa lain,

 

Kemerdekaan itu adalah

ketika kita bebas melangkah sesuai hati nurani,

ketika kita berani mengekspresikan kehendak hati,

ketika kita bebas memilih berkarya dan berbakti bagi negeri

tanpa ada belenggu yang membatasi,

 

Kemerdekaan itu adalah,

ketika kita bebas dari penghambaan selain Allah,

 

Banyak hal yg harus disyukuri dari kemerdekaan ini,

dengan berbagi pada sesama yg masih menderita,

dengan peduli pada mereka yang membutuhkannya,

dengan berkarya dan berkontribusi bagi bangsa ini,

 

Dirgahayu Republik Indonesia ke-65,

Satukan hati untuk membangun negeri ini,

Satukan semangat untuk Indonesia yang bermartabat.

 

Salam Merdeka !!!

Eko Jalu Santoso

Kesempatan dan Peluang

July 8th, 2010


“Kesempatan/peluang besar mungkin saja hanya datang sesekali dalam kehidupan kita. Tetapi kesempatan/peluang kebaikan selalu hadir setiap waktu dalam kehidupan. Jangan biarkan kesempatan/peluang melakukan kebaikan ini berlalu begitu saja.”

 

Seringkali orang mengatakan bahwa kesempatan tidak datang dua kali. Hal ini mungkin saja benar dalam hal-hal kesempatan besar dalam kehidupan kita. Tentu saja hal ini memberikan motivasi agar kita selalu menyiapkan diri dan dapat mengambil kesempatan besar yang datang. Tidak membiarkan kesempatan besar berlalu begitu saja dalam kehidupan.

 

Tetapi dalam hal kebaikan, sesungguhnya kesempatan dan peluang kebaikan itu selalu hadir dalam setiap detik, setiap jam dan setiap waktu kehidupan kita. Pintu-pintu kebaikan itu selalu terbuka luas dihadapan kita. Kalau demikian, sebaiknya manfaatkan setiap waktu kehidupan untuk mengambil kesempatan melakukan kebaikan-kebaikan, agar hidup menjadi lebih bermakna dan mulia. Jangan biarkan kesempatan dan peluang kebaikan ini berlalu begitu saja.

 

Dalam hal kebaikan, yang perlu diperhatikan adalah keikhlasan dalam melakukannya. Kalau demikian, janganlah terlalu mempermasalahkan nilai dan ukurannya, tetapi TULUS dan IKHLAS dalam melakukannya akan lebih utama. Tetap semangat berbagi kebaikan dan sukses selalu untuk sahabat semuanya.

Salam Mulia.

 

Kejujuran dan Integritas

June 23rd, 2010


“Kejujuran dan integritas merupakan salah satu etos kerja mulia yang menjadi modal utama bagi sukses dan kemuliaan. Karena jujur dan memiliki integritas menjadikan seseorang dapat diandalkan dan pantas menjadi teladan.”

 

Etos kerja mulia mendorong untuk melahirkan seorang profesional yang jujur dan memiliki integritas tinggi. Dalam hal ini, Stephen R. Covey membedakan antara kejujuran dan integritas adalah, “ Honesty is telling the truth, in other word, conforming our words to reality. Integrity is conforming to our words, in other word, keeping promises and fulfilling expectations.”

 

Dengan demikian jujur berarti kata-katanya dapat dipegang dan diwujudkan, inilah yang akan melahirkan kepercayaan. Sedangkan kepercayaan merupakan modal utama bagi kesuksesan dalam berbagai bidang kehidupan. Meskipun demikian jujur saja belumlah cukup, masih diperlukan memiliki integritas tinggi. Karena meskipun jujur tetapi kalau tidak memiliki inetegritas berarti belum bisa diandalkan. Sebaliknya seseorang memiliki integritas, tetapi tidak jujur maka akan diragukan itikad baiknya, berarti tidak dapat dipercaya.

 

Hendaknya kejujuran dan integritas ini dilakukan secara simultan dan terintegrasi, sehingga melahirkan kebiasaan yang melegenda menjadi sebuah kepribadian mulia. Kalau ingin menjadi pribadi unggul dan dapat diandalkan, maka kejujuran dan integritas tidak dapat ditawar lagi. Marilah membudayakan kejujuran dan integritas agar menjadi pribadi yang dapat diandalkan dan pantas menjadi teladan.

 

Salam Mulia,

Eko Jalu Santoso| Founder Motivasi Indonesia| www.ekojalusantoso.com

Penulis Buku “THE WISDOM OF BUSINESS”, Elex Media Komputindo  

Bergeraklah

June 21st, 2010


“Tidak ada keberuntungan dan kesuksesan yang diraih hanya dengan berpangku tangan. Maka bergeraklah, bertindaklah, ciptakan amaliyah kebaikan untuk menggapai takdir terbaik kita. Yakinlah bahwa Allah, rasul dan orang-orang beriman akan menjadi saksi perbuatan kita.”

 

Seringkali orang berharap meraih kehidupan yang lebih baik, tetapi tidak melakukan perubahan usaha apapun untuk menjadi lebih baik. Mereka memiliki impian atau cita-cita, tetapi tidak mau bergerak atau berusaha mewujudkan impian dan cita-citanya. Mohon diingat, tidak ada keberuntungan yang diraih hanya dengan  berpangku tangan. Tidak ada kesuksesan yang bisa diraih hanya dengan impian. Maka janganlah berdiam diri dan tidak melakukan usaha sambil menunggu keberuntungan. Karena diam hanya akan melahirkan kekecewaan dan kegagalan.

 

Bergerak dan bertindaklah.Meskipun hanya langkah-langkah kecil setapak demi setapak, kalau terus bergerak akan menciptakan kemajuan. Ingatlah bahwa emas tidak mungkin jatuh dari langit dengan tiba-tiba. Semuanya membutuhkan usaha, tindakan, ketekunan, proses dan kesabaran.

 

Lakukanlah amaliyah kebaikan dengan senantiasa berbagi memberikan manfaat kepada sesama kehidupan. Sekecil apapun kebaikan yang Anda lakukan, kalau dilakukan terus menerus, akan menghasilkan investasi yang tidak akan pernah merugi. Yakinlah bahwa Allah, rasul dan orang-orang beriman akan melihat perbuatan kita dan hasilnya serahkan pada Allah swt.

 

Salam Mulia,

Eko Jalu Santoso, Founder Motivasi Indonesia, Penulis Buku The Wisdom of Business, Elex Media Komputindo

Kehidupan Hanyalah Permainan

June 14th, 2010


Kehidupan dunia adalah sebuah permainan. Maka pahami aturan mainnya, jadilah pemain terbaik dan menangkan permainannya.”

 

Banyak orang begitu sibuknya mengejar kehidupan dunia ini. Mereka rela mengorbankan semua waktunya, bahkan kehormatan dirinya untuk mengejar kesuksesan kehidupan dunia ini, seolah-olah kehidupan dunia adalah segala-galanya. Padahal kehidupan dunia sesungguhnya hanyalah sebuah permainan dan sendau gurau semata. Layaknya dalam sebuah permainan,  maka selalu ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan agar seseorang dapat menikmati  permainan dan memenangkan permainnya. Beberapa unsur penting sebuah permainan diantaranya adalah:

 

Pemain:

Dalam setiap permainan tentu ada para pemain. Lantas siapa pemain dalam kehidupan ini ? Tentu saja kita semua adalah pemainnya. Kita semua telah dibekali anugerah potensi kekuatan hati dan pikiran agar dapat menjadi pemain dalam kehidupan. Maka berusahalah menjadi pemain terbaik dan jangan hanya menjadi penonton saja dalam kehidupan ini. Memenangkan permainan apapun diperlukan ilmu permainan dan menguasai ketrampilan memainkannya. Demikian juga dalam kehidupan, agar menjadi pemain terbaik teruslah meningkatkan ilmu pengetahuan kehidupan serta mengasah ketrampilan tentang kehidupan.


Aturan Main:

Unsur kedua dalam setiap permainan adalah adanya aturan main yang harus ditaati oleh setiap pemain. Dengan demikian setiap pemain akan memahami batas-batas yang diperbolehkan, yang tidak diperbolehkan dalam permainan, bagaimana mengumpulkan nilai, serta bagaimana memenangkan permainannya. Dalam kehidupan aturan main ini sudah sangat jelas ditetapkan oleh Allah melalui kitab sucinya. Bagi setiap orang yang ingin memenangkan permainan, tentu diwajibkan mentaati aturan main yang sudah ditetapkan. Sedangkan aturan main kehidupan bagi seorang muslim ada dua yakni Al-Qur’an dan Al-Hadits yang menjadi pedoman dalam setiap langkah kehidupan.

 

Wasit/Juri:

Dalam permainan apapun selalu ada wasit atau juri yang menjadi pengawas permainan. Dalam kehidupan, berlaku sebagai wasit atau juri kita adalah Allah Tuhan Yang Maha Adil dan tidak mungkin melakukan kesalahan dalam penilaian. Allah adalah wasit yang akan menentukan siapa yang  menang dan kalah dalam permainan kehidupan. Dan penentuan menang dan kalah dalam permainan kehidupan akan ditetapkan nanti dalam sidang pengadilan Allah di hari akhir.

 

Waktu/Score:

Dalam setiap permainan untuk menentukan kapan berakhirnya permainan ditentukan oleh batas waktu atau score nilai permainan. Demikian halnya dalam permainan kehidupan, setiap orang memiliki batas waktu dalam permainan kehidupan. Batas akhirnya adalah kematian yang hanya Allah yang menentukan. Maka selagi masih memiliki waktu yang cukup, sebaiknya gunakan waktu itu sebaik-baiknya agar dapat memenangkan kehidupan ini. Lebih baik tidak membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, karena kita tidak mengetahui kapan waktu permainan kita berakhir. Lebih baik manfaatkan waktu untuk hal-hal penting yang bernilai tinggi yang memberikan manfaat bagi orang lain dan kehidupan kita.

 

Rewards/Hadiah:

Layaknya sebuah permainan siapa yang memenangkan permainan nantinya akan menerima hadiah, bisa berupa medali, uang ataupun piala. Demikian halnya dalam permainan kehidupan, Allah telah menjanjikan rewards atau hadiah bagi siapapun yang memenangkan permainan kehidupan dunia, demikian halnya bagi mereka yang kalah. Tuhan telah menyediakan tempat di kampung akherat syurga bagi yang menang dan neraka bagi yang kalah dalam kehidupan ini.  

 

Kalau kehidupan dunia ini hanyalah sebuah permainan, maka ada yang lebih utama dan lebih penting dari kehidupan dunia, yakni kampung akherat yang akan menjadi kehidupan kita yang kekal abadi nantinya. Sebagaimana disampaikan dalam firman Allah, ”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya.”

 

Kalau demikian, maka bermainlah sesukamu, nikmatilah permainan kehidupan ini, tetapi sadarilah suatu saat nanti permainan akan berakhir kalau waktunya sudah tiba. Tidak ada yang dapat memperpanjang, menunda atau memajukan kalau waktu kita sudah tiba. SEMOGA BERMANFAAT.

Salam Mulia (Eko Jalu Santoso, Founder Motivasi Indonesia, Penulis Buku Heart Revolution diterbitkan Elex Media Komputindo.)

Share Wisdom & Motivation-03

March 10th, 2010


Mudah-mudahan tulisan saya ini menjumpai sahabat semuanya dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap semangat melakukan berbagai aktivitas dengan penuh kegembiraan untuk menjadikan kehidupan Anda lebih indah dan lebih bermakna.

 

Motivasi Hari Ini:

“Seseorang bisa menjadi lebih sukses dibandingkan lainnya, hanya karena ia lebih bersungguh-sungguh dengan sepenuh hati, jiwa dan segenap potensi kemampuan yang dimilikinya pada bidang yang digelutinya. Berikanlah hati, pikiran, jiwa dan seluruh potensi kemampuan luar biasa kita pada apa yang kita lakukan saat ini.”

 

Kualitas karya yang kita hasilkan dapat diukur dari sejauh mana kita memberikan kesungguhan hati, jiwa dan segenap potensi kemampuan menggeluti bidang yang kita lakukan. Demikian juga kualitas pribadi dan kualitas hidup kita dapat diukur dari sejauh mana pendalaman dan penjiwaan kita terhadap pekerjaan dan aktivitas yang kita lakukan dan karya yang kita hasilkan.

 

Tidak ada karya yang sempurna yang dikerjakan dengan serampangan atau tidak bersungguh-sungguh. Setiap karya yang terbaik selalu dihasilkan oleh orang-orang yang melakukannya dengan kesungguhan hati, pikiran dan segenap potensi yang ada dalam dirinya. Ingatlah pendalaman atau penjiwaan kita terhadap apa-apa yang kita lakukan, akan menjadi tolok ukur kualitas kerja kita. Karenanya berikanlah hati, pikiran, jiwa dan segenap potensi kemampuan luar biasa yang ada dalam diri kita pada setiap bidang yang kita geluti saat ini. Inilah kunci kesuksesan seseorang.

 

Salam Mulia,

Share Wisdom & Motivation-02

March 5th, 2010


Sahabat Motivasi Indonesia Yang Berhati Mulia,

 

Tidak terasa kita sudah berada di penghujung akhir minggu ini dan besok sudah akan berlibur berakhir pekan bersama keluarga. Semoga sahabat semuanya selalu dalam kesehatan yang prima dan tetap semangat mengisi kesibukan dengan berbagai aktivitas yang dapat membahagiakan hati dan meninggikan kualitas hidup Anda.

 

Wisdom & Motivation-02

“Hidup adalah kesempatan dan pengabdian. Hiduplah di masa sekarang dan nikmati setiap tahapan prosesnya. Jadikan setiap waktu dan setiap aktivitas adalah kesempatan terbaik untuk pengabdian kepada-Nya.”

 

Cobalah kita renungkan secara mendalam pertanyaan ini, “mengapa saya ada di dunia ini ?”Untuk apa saya hadir di dunia ini ?” Mungkin sebagian orang akan menjawab, “ saya tidak tahu, pokoknya saya hidup, bekerja, berkeluarga dan sebagainya….”  Namun tidak demikian bagi orang yang beriman. Hidup adalah kesempatan dan pengabdian kepada-Nya. Karena ia menyadari dirinya adalah “hamba” dari Allah Sang Pencipta. Sebagai “hamba” atau “abdi” Allah, tugas kita adalah mengabdi kepada Allah SWT.

 

Dengan demikian setiap waktu adalah kesempatan terbaik dan setiap aktivitas adalah kesempatan terbaik untuk pengabdian kepada-Nya. Kalau kita meletakan landasan seperti ini, maka dalam bekerja dan berbisnis tujuan utamanya bukan sekedar keuntungan materialisme semeta. Lebih dari pada itu adalah untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Dalam bekerja dan berbisnis kita memang harus  memperoleh keuntungan uang, tetapi ketika landasan kita adalah pengabdian kepada Allah, maka semua itu dijalankan dengan nilai-nilai etika dan norma sesuai syariat yang ditetapkan Allah SWT.

 

Bersyukurlah atas kesempatan luar biasa yang masih kita miliki dan beruntunglah bagi pribadi yang memaksimalkan setiap kesempatan dan usahanya untuk tujuan pengabdian kepada-Nya.

 

Salam Mulia,

Eko Jalu Santoso| Founder Motivasi Indonesia| Majelis Al-Ihsan Indonesia

Penulis Buku “Heart Revolution” dan “The Wisdom of Business”, Elex Media Komputindo

www.ekojalusantoso.com

Berbisnis Dengan Nilai Spiritual

December 11th, 2009


BISAKAH menjalankan bisnis secara jujur ? Jika pertanyaan ini ditujukan kepada para pengusaha atau marketer yang langsung berhubungan dengan klien, mereka pasti akan berpikir tidak hanya sekali untuk menjawab “bisa”. Pasalnya untuk menjalankan bisnis dengan tingkat kejujuran 100% ternyata tidak semudah seperti yang ditekadkan. “Kalau kita jujur seratus persen, mana ada klien yang mau bermitra dengan kami,” kata seorang pemasar produk komunikasi.

 

Persoalannya bisakah kita meraih keuntungan dengan menjunjung kejujuran dan etika ? Kalau pertanyaan itu kita tujukan kepada Eko Jalu Santoso, penulis buku The Wisdom of Business, jawabnya pasti bisa. Pasalnya menurut Eko, Tuhan adalah pemilik utama setiap pekerjaan dan organisasi perusahaan atau Bisnis yang sedang kita jalankan. Kalau kita sebagai pengusaha, pemilik perusahaan, atau pemegang saham, maka kita adalah pengelola lapis pertama yang diberi amanah oleh Tuhan (halaman 201).

 

Kalau kita adalah karyawan, pegawai, professional, kita adalah pengelola lapis kedua, ketiga dan seterusnya yang juga diserahi amanah oleh Tuhan. “Pada akhirnya semuanya akan bertanggungjawab kepada Tuhan. Kesadaran seperti ini dapat menjadi pembimbing bagi setiap pelaku dunia usaha untuk senantiasa mengambl tindakan sesuai dengan syariat yang dibernarkan oleh Tuhan,” tulisnya. Kesadaran itu akan mendorong setiap pelaku usaha dan professional untuk selalu tunduk dan mengorbit kepada pusat hati nurani yang merupakan pusat spiritual tertinggi.

 

Maka bisa dipahami jika pakar ekonomi syariah Muhammad Syafii Antonio berpendapat buku yang ditulis Eko Jalu Santoso itu mampu memberikan paradigma baru terhadap bisnis dan entrepreneurship. Menurut Antonio, berbisnis bukan saja bertujuan untuk mencari keuntungan semata, tapi juga dapat memberdayakan sesama, mengurangi pengangguran, memperbaiki lingkungan, memberikan pendapatan untuk negara, dan menjadikan hidup lebih bermakna. “Oleh karena itu, proses bisnis tidak boleh dilepaskan dari upaya menghadirkan keagungan Tuhan, keluhuran moralitas, dan suara hati dalam setiap tahapannya,” komentar Antonio.

 

Sudahkah para pelaku Bisnis dan para professional di dalamnya telah menjalankan Bisnis mereka dengan moral tinggi ? Fakta tidak bisa dimungkiri, iklim kehidupan Bisnis modern yang cenderung mementingkan keberhasilan materialisme, sebagaimana diungkap Eko Jalu Santoso dalam pengantarnya, mendorong para pelaku Bisnis dan masyarakat umum memiliki paradigma sempit tentang arti dunia Bisnis pada umumnya.

 

Judul Buku     : The Wisdom of Business

Penulis            : Eko Jalu Santoso

Penerbit          : Elex Media Komputindo, 2009

Tebal               : xxx + 239 halaman

 

Perspektif Berbeda

 

Buku The Wisdom of Business ini memberikan perspektif berbeda, memberikan prinsip Bisnis yang baik, meraih sukses dengan mengedepankan nilai spiritual universal berdasarkan suara nurani. Adakah pelaku Bisnis yang meraih sukses dengan mengedepankan nilai-nilai spiritual ? Jelas ada. Eko Jalu memberi contoh William Soeryadjaya, pendiri PT Astra International yang berhasil membangun dan membesarkan Astra setelah menyerahkan diri kepada Tuhan.

 

Begitu juga dengan Thayieb Mohammad Gobel yang menjadikan Bisnis sebagai ladang kebaikan yang bermanfaat bagi banyak orang. Prinsip serupa juga ada pada Bill Gates, Warren Buffett, dan Muhammad Yunus. Singkat cerita, lewat buku ini, penulis mengajak siapapun pebisnis untuk menghidupkan spiritualitas dalam berbisnis. (Gantyo Koespradono/M-4)

 

Sumber: Berbisnis Dengan Nilai Spiritual oleh Gantyo Koespradono, Media Indonesia Sabtu 22 Agustus 2009. 

Words of Wisdom

November 26th, 2009


Renungkanlah sejenak, maka engkau akan menyadari sesungguhnya Allah telah memberikan begitu banyak nikmat dan berkahnya kepada kita sampai detik ini. Maka bersyukurlah dengan berbagi manfaat kebaikan untuk sesama.

 

Semakin banyak energi positif kebaikan yang kita bagikan untuk orang lain, semakin banyak kemudahan yang akan kita dapatkan, berarti semakin mulus jalan menuju keberhasilan dan kemuliaan.

 

Bukannya seberapa banyak yang kita kumpulkan yang bermakna, tetapi seberapa banyak yang kita bagikan untuk orang lain yang lebih bermakna. Tetap semangat berbagi dan salam mulia.

 

Segala sesuatu yang bernilai tinggi adalah tujuan hidup manusia yang berhati cerdas dan bersikap mulia. Karena ia memahami Allah mencintai segala sesuatu yang bernilai tinggi dan membenci segala sesuatu yang bernilai rendah. Salam Revolusi Hati Nurani.

 

Manusia yang gagal menempatkan pusat orientasi hidupnya pada nilai-nilai keyakinan hati nurani, mereka tidak akan menemukan makna hidup dan akhirnya menderita kekeringan jiwa. Dengarkan suara hati nuranimu dan perjuangkan dalam kehidupan. Salam Revolusi Hati Nurani.

 

Hidup itu serangkain proses yang penuh keajaiban-keajaiban menyenangkan. Bagi pribadi yang penuh syukur, ia akan dapat menikmati setiap rangkain proses hidup dengan menyenangkan. Selamat menikmati liburan anda.

 

Selamat Menyambut Idul Adha 1430 H

 

Salam Revolusi Hati Nurani,

Eko Jalu Santoso

Rasanya Tak Ada Yang Meragukan…

November 11th, 2009


Rasanya tak ada yang meragukan,
Kalau hati sumber inspirasi dan motivasi,
Tempat bersemayamnya iman
Sumber kekuatan tak terbatas,
Di dalamnya sudah “built in” sifat-sifat Illahiah
Yang menjadi sumber kearifan dan kebijaksanaan
Siapa yang memperjuangkan suara hatinya dalam kehidupan,
Ia dijamin meraih sukses dan kemuliaan.

Rasanya tak ada yang meragukan,
Kalau akal pikiran adalah anugerah tak ternilai dari Tuhan,
Akal pikiran memiliki kemampuan yang luar biasa,
Dengan pikiran mampu menjelajahi kedalaman Samudra,
Menembus ruang angkasa dan memahami kebesaran Tuhan
Menciptakan peralatan yang memudahkan kehidupan,

Rasanya tidak ada yang meragukan,
Kalau ilmu itu sumber kebijaksanaan
Ilmu itu meninggikan derajat kemuliaan
Ilmu itu sebagai perisai dari kerendahan dan kehinaan
Ilmu itu sebagai cahaya menerangi hati kita
Dengan ilmu manusia memahami tujuan hidupnya

Rasanya tak ada yang meragukan lagi,
Kalau memberi adalah menciptakan imbalan bagi diri sendiri
Berbagi memberikan kebahagiaan hidup
Berbagi menciptakan keberlimpahan dalam hidup

Kalau demikian,
Mengapa ada yang tidak memercayai suara hati,
Lebih mengedepankan ego dan nafsu duniawi,
Mengapa ada yang tidak memberdayakan akal pikirannya,
Untuk memberikan kontribusi kebaikan bagi sesama,
Mengapa ada yang enggan memberi dan berbagi,
Padahal memberi adalah sumber keberlimpahan….

Hidup adalah panggilan agung dan mulia,
Maksimalkan kekuatan hati, pikiran dan tubuh kita,
Segera bangkit mengambil peran dan tangungjawab mulia,
Berkarya memberikan nilai kebaikan bagi sesama
Menyibukkan diri untuk meraih keberhasilan dunia,
Dengan tetap menyibukkan hati hanya untuk Allah semata.

Salam Revolusi Hati Nurani,
Eko Jalu Santoso| Founder Motivasi Indonesia
Penulis Buku HEART REVOLUTION: Revolusi Hati Nurani, Elex Media Komputindo.