Kekuatan Fokus

Image

Seorang sahabat saya yang menjadi pimpinan sebuah perusahaan ketika bertemu beberapa waktu lalu bercerita kalau dirinya selama ini merasa sangat sibuk mengerjakan berbagai pekerjaannya setiap hari. Namun setiap akhir minggu dia merasa pekerjaannya tidak berkurang dan bahkan merasa semakin bertumpuk saja. Meskipun sudah merasa sangat sibuk, tetapi masih saja ada hal-hal yang belum terselesaikan dan hasilnyapun belum memuaskan. Akhirnya ia mencoba sebuah ide baru, setiap harinya Ia meluangkan beberapa jam waktu, menutup pintu ruang kerjanya, mematikan hand phonenya dan mulai memusatkan perhatian pada pekerjaanya. Hasilnya luar biasa, hanya dalam waktu beberapa jam saja, Ia bisa menyelesaikan pekerjaannya. Padahal selama ini setiap hari dan selama seminggu seolah tidak pernah cukup waktu untuk menyelesaikan berbagai pekerjaanya. Inilah yang disebut sebagai KEKUATAN FOKUS.

Fokus artinya kemampuan untuk memusatkan perhatian, potensi dan energi yang kita miliki pada suatu sasaran tertentu, kemudian konsisten mempertahankannya sampai sasaran tersebut tercapai. Dengan demikian fokus menuntut kita mampu konsisten memusatkan energi sampai sasaran atau tujuan tersebut tercapai. Keberhasil fokus bukan pada seberapa besarnya kekuatan atau energi yang dimiliki, melainkan seberapa mampu memusatkan kekuatan atau energi yang dimiliki dan konsisten mempertahankannya.

Fokus bisa menghasilkan kekuatan yang sangat dahsyat. Itulah sebabnya mengapa sinar laser yang merupakan kumpulan berbagai spectrum cahaya bisa meledakkan sebuah batu besar atau membelah baja yang keras. Atau sinar matahari yang dilewatkan pada suatu cermin dan diarahkan pada satu titik mampu membakar sebuah kertas. Mengapa fokus bisa menghasilkan kekuatan sangat dahsyat ? Pertama, karena fokus bisa membantu kita mengarahkan dan mempertahankan besaran energi  dan potensi yang kita miliki pada suatu sasaran. Kedua, fokus dapat membantu kita memiliki keteguhan hati atau persistensi. Inilah mengapa fokus mampumenghasilkan kekuata yang sangat dahsyat.

Anda tentu sudah mengenal nama-nama berikut ini, Rudy Habibie, Rudy Hartono, Rudy Choirudin, Rudy Salam dan Rudy Hadi Suwarno. Kalau Anda ditanya, apa persamaan mereka ? Bisa jadi Anda akan menjawab mereka sama-sama bernama Rudy, mereka sama-sama laki-laki, mereka sama-sama orang sukses. Atau jawaban bercanda, bahwa mereka sama-sama tidak mengenal Anda, misalnya. Tetapi bukan itu maksudnya, yang saya maksudkan adalah mereka sama-sama memiliki FOKUS. Meskipun mereka berangkat dari profesi yang berbeda, tetapi mereka memiliki kesamaan FOKUS pada satu bidang profesinya dan ditekuninya secara konsisten. Fokus, atau dalam bahasa Inggris FOCUS adalah singkatan dari Follow One Course Until Success atau mengikuti satu keahlian sampai sukses.  Itulah yang menjadikan ke-lima Rudy tersebut diatas, sama-sama berhasil meraih sukses pada bidangnya masing-masing..

Demikian halnya dalam sebuah organisasi atau perusahaan, fokus berarti bagaimana memusatkan perhatian, energy dan sumber daya manusia yang dimiliki dan konsisten mempertahankannya untuk meraih suatu sasaran tertentu. Keberhasilan fokus bukan ditentukan pada seberapa besarnya kemampuan keuangan atau sumber daya manusia yang ada, melainkan pada seberapa mampu memusatkan perhatian, potensi, energi dan sumber daya yang dimiliki tersebut untuk meraih suatu sasaran terpenting dan seberapa mampu konsisten mempertahankannya. Ingat fokus itu bukan berarti mengabaikan sasaran atau hal-hal yang lainnya. Tetapi fokus itu  bisa menggunakan rumus 80:20. Apa artinya ? Maksudnya adalah 80% potensi, sumber daya dan energi  difokuskan pada sasaran-sasaran terpenting  dan 20% sisanya kita gunakan untuk mengurus sasaran-sasaran lainnya.

Tantangan kita yang pertama adalah bagaimana kita bisa menentukan sasaran penting hidup kita. Bila kita sudah mampu menentukannya, maka langkah berikutnya adalah memusatkan setidaknya 80% dari perhatian, energi, kekuatan dan potensi diri yang kita miliki dan secara konsisten mempertahankannya pada sasaran paling penting tersebut. Baru kemudian tetap mengalokasikan 20%nya untuk sasaran-sasaran kehidupan yang lainnya. Semoga bermanfaat.

Profesionalisme dan Akhlak Mulia

Image

Ketika mengisi inhouse workshop on Good Ethos (7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia)  di PT Kasana Teknindo pada 26 Pebruari 2014 lalu, salah seorang peserta bertanya, apa perbedaan antara etos profesional dengan Good Ethos (7 etos terbaik dan mulia) ini. Memberikan jawaban atas pertanyaan ini saya memulai dengan memberikan penjelasan tentang perbedaan antara profesionalisme dengan akhlak mcropped-1a.Picture1.jpgulia.

Kita mengetahui profesionalisme dalam berbagai bidang itu menyangkut dengan beberapa hal penting seperti ketrampilan, keahlian, pengetahuan (knowledge), pengalaman (experience), motivasi dan sikap (attitude). Keahlian, pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman itu disebut kompetensi atau kemampuan seseorang. Sedangkan motivasi dan sikap itu disebut kemauan atau motivasi seseorang. Perpaduan antara kompetensi dan motivasi itulah yang menghasilkan seorang yang cerdas secara intelektual dan menjadi profesional.

Sedangkan akhlak mulia seseorang itu tercermin dalam beberapa sikap dan perilaku seperti jujur ( siddiq), konsisten dalam kebaikan (istiqomah), cerdas (fathonah), dapat dipercaya (amanah) dan menyampaikan kebenaran (tabliq). Perpaduan berbagai sikap dan perilaku mulia inilah yang menghasilkan seorang yang cerdas secara moral dan spiritual.

Dengan demikian profesionalisme semata kalau tidak dilandasi akhlak mulia, hanya akan menghasilkan kaum profesional yang cerdas secara intelektual, memiliki potensi dan kinerja tinggi, tetapi belum tentu menjadi cerdas secara moral dan spiritual. Hal ini tentu berbahaya, salah-salah bisa menghasilkan kaum professional yang hanya menggunakan kecerdasannya untuk kepentingan dirinya sendiri, menggunakan kecerdasannya hanya untuk memperdaya orang lain dan bahkan untuk merugikan orang lain.

Demikian sebaliknya akhlak mulia tanpa disertai profesionalisme, bisa jadi hanya menghasilkan pribadi yang cerdas secara moral dan spiritual, tetapi tidak memiliki kompetensi, tidak memiliki kemampuan berkinerja tinggi. Tentu saja tidak membuahkan hasil yang optimal.

Good Ethos adalah perpaduan antara profesionalisme dan akhlak mulia. Melalui 7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia itu mengintegrasikan antara profesionalisme dengan akhlak mulia. Mengintegrasikan antara kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Sehingga Good Ethos (7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia) bukan hanya menghasilkan kaum professional semata, melainkan juga pribadi berakhlak mulia. Inilah yang disebut professional unggul yang berakhlak mulia. Ini landasa penting yang diperlukan untuk meraih kesuksesan profesional dan kemuliaan hidup.

Untuk memahami dan mampu menerapkan “Good Ethos – 7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia”, ikuti workshopnya/pelatihannya. Ini adalah kesempatan terbatas untuk Anda beserta tim perusahaan Anda mengikuti public workshop/pelatihan Good Ethos di tahun 2014 ini.

Segera daftarkan diri Anda dan atau anggota tim perusahaan Anda. Perusahaan yang para karyawannya, managernya dan pimpinanya menerapkan Good Ethos (7 Etos Kerja terbaik dan Mulia) akan menjadi perusahaan yang selalu terdepan dalam persaingan.

Inhouse Training Good Ethos

Image

GOOD ETHOS – 7 ETOS KERJA TERBAIK DAN MULIA

Materi berbasis buku Good Ethos – 7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia, karya Eko Jalu Santoso, diterbitkan PT Elex Media Komputindo.

 KONSEP DASAR

Seminar/Pelatihan Good Ethos ini berangkat dari konsep dasar bahwa setiap karyawan dituntut memiliki semangat pengabdian melaksanakan amanah penuh tanggungjawab, dengan mengedepankan nilai-nilai budi, etika dan  moralitas tinggi, untuk membantu organisasi atau perusahaan menghasilkan kinerja terbaik.

TUJUAN

Membantu peserta memahami nilai-nilai mulia pekerjaan, memiliki motivasi dan semangat pengabdian tinggi, membudayakan etos kerja terbaik dan mulia, menuju profesional unggul yang berkarakter mulia.

LATAR BELAKANG

Etos kerja terbaik dan mulia merupakan sikap, perilaku, watak, karakter, akhlak dan etika seseorang dalam bekerja yang dilandasi nilai-nilai spiritualitas yang diyakininya. Etos kerja ini memiliki peran penting baik bagi kemajuan individu, kemajuan organisasi dan bahkan bagi kemajuan bangsa.

Pertanyaannya, dari puluhan juta angkatan kerja di Indonesia saat ini, berapa banyak yang sudah memahami konsep dan etos kerja terbaik dan mulia? Berapa banyak kaum pekerja, para profesional dan pemimpin yang mengutamakan nilai-nilai spiritualitas, budi, moralitas, etika, dan akhlak mulia dalam bekerja?

Faktanya, masih banyak ditemukan kaum pekerja, para professional dan para pemimpin yang dalam menjalankan pekerjaan dan tanggungjawabnya masih mengabaikan nilai-nilai etika, budi, moralitas dan spiritualitas, seperti:

  • Tidak memahami makna dan nilai mulia dari pekerjaannya
  •  Memiliki motivasi rendah dan kebiasaan tidak disiplin
  • Suka mengambil jalan pintas dengan mengabaikan nilai-nilai etika
  • Serakah dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya
  • Kebiasaan mementingkan diri sendiri atau egoisme tinggi
  • Rendahnya semangat pengabdian dan melayani dengan hati
  • Dan lainnya

Good Ethos dengan 7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia mengintegrasikan antara profesionalisme dengan akhlak mulia. Menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Mensinergikan antara kekuatan pikiran dan kekuatan hati nurani. Dengan demikian memahami dan mampu menerapkan 7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia, akan melahirkan probadi yang berkinerja tinggi, bukan hanya karena dorongan memenuhi kesejahteraan, melainkan karena misi mulia dan pengabdian kepada Sang Pencipta. Inilah yang akan menghasilkan para karyawan dan professional unggul berakhlak mulia. Pada akhirnya meningkatkan kinerja organisasi dan mampu menerapkan Good Corporate Governance yang efektif.

MANFAAT MENGIKUTI PELATIHAN

Dengan mengikuti Seminar/Pelatihan GOOD ETHOS ini, para peserta diharapkan akan mampu:

  • Memahami makna luhur kerja sebagai panggilan hidup mulia.
  • Menjadikan pekerjaan sebagai ladang amal kebaikan dan bernilai ibadah
  • Memiliki semangat pengabdian tinggi dan mentalitas melayani dengan hati
  • Meningkatkan produktivitas dengan mampu menerapkan rumus bekerja cerdas, bekerja keras dan bekerja dengan hati (work smart, work hard, and work with heart)
  • Mengembangkan konsep tujuh etos kerja terbaik dan mulia dalam kehidupan sehari-hari, yakni etos kerja yang dilandasi ilmu pengetahuan, akhlak, budi, etika, moralitas dan nilai-nilai spiritualitas.

METODE PENYAMPAIAN

Presentasi efektif dan menarik melalui dukungan multimedia, kuis dan game dengan partisipasi peserta.

MATERI PEMBAHASAN

Bersumber dari buku “GOOD ETHOS – 7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia,” karya Eko Jalu Santoso dan diterbitkan PT Elex Media Komputindo : 

  • Membangun Motivasi dan Etos Kerja Unggul
  • Karakteristik Profesional Unggul Berkarakter Mulia
  • Memahami dan menerapkan konsep 7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia
  • Etos 1. Bekerja Jujur dan Berintegritas
  • Etos 2. Bekerja Cerdas Memiliki Kreativitas
  • Etos 3. Bekerja Empati Penuh Peduli
  • Etos 4. Bekerja Ikhlas Penuh Kecintaan
  • Etos 5. Bekerja Berpikiran Maju atau Visioner
  • Etos 6. Bekerja Mengutamakan Kerjasama/Sinergisme
  • Etos 7: Bekerja Disiplin Penuh Tanggung Jawab

WAKTU PELAKSANAAN

Inclass training / presentasi sekitar 5-6 jam.

BIODATA PEMBICARA

Eko Jalu Santoso adalah seorang profesional, penulis buku motivasi, pembicara inspiratif dan founder Motivasi Indonesia. Alumnus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini setelah menamatkan kuliah langsung terjun sebagai profesional dan praktisi di dunia usaha yang sangat kompetitif dan penuh tantangan.

Berbekal pengalaman profesionalnya lebih dari 23 tahun di level manajerial, pengalaman di dunia usaha dan kehidupan sosialnya, Eko Jalu Santoso telah memotivasi dan menginspirasi banyak orang. Beberapa perusahaan telah mengundangnya sebagai pembicara diantaranya Muamalat Institute, Bank Muamalat Indonesia, Yayasan Toyota & Astra, PT Nasmoco, PT Kasana Teknindo Gemilang, BMT Berkah Mandiri Sejahtera, PT SJAP dan beberapa lainnya.

Berbagai tulisan, seminar dan pelatihannya yang lebih banyak menekankan pada etos kerja mulia, kecerdasan dan kreativitas, etika busines mulia dan keseimbangan hidup, telah mengusik hati, memengaruhi pola pikir dan memikat banyak orang.

Melalui buku-buku karyanya, ia juga telah memberikan motivasi dan inspirasi yang menggugah dan mengubah hidup banyak orang. Buku-buku karyanya adalah:

  • (1) “The Art of Life Revolution (2007)”,
  • (2) “Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani (2008)” 
  • (3) “The Wisdom of Business (2009)”,
  • (4) “Life Balance Ways (2011)” dan
  • (5) “Good Ethos, 7 Etos Kerja Terbaik & Mulia (2013)”,

Semuanya diterbitkan Elex Media Komputindo dan mendapat sambutan positif dari pembacanya.

KONTAK HUB:

Keyakinan dan Ketekunan

Image

Keyakinan akan menuntun kita pada keberanian. Keberanian akan melahirkan tindakan, Tindakan yang membawa kita pada kepastian pencapaian tujuan, Karena itu mulailah selalu dengan keyakinan.

Keyakinan itu dapat tercipta melalui beberapa hal, dinataranya adalah karena ilmu pengetahuan, karena pengalaman dan karena referensi atau melihat orang lain.

Sedangkan ketekunan menjadikan kita tidak mudah berputus asa. Ketekunan membuat kita tidak mudah menyerah. Ketekunan membuat kita mampu bangkit dari setiap kegagalan. Maka jangan pernah meremehkan ketekunan, karena inilah salah satu kunci dari keberhasilan.

Selama Anda memiliki keyakinan, tak ada yang tak mungkin diraih. Selama Anda memiliki ketekunan, tidak ada tujuan yang tidak bisa diraih. Karena belum ada yang mampu mengalahkan kekuatan keyakinan dan ketekunan dalam mencapai tujuan.

Ingatlah, manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling baik. Kalau demikian, melangkahlah dengan keyakinan diri yang kuat dan kemudian perjuangkan terus dengan ketekunan. Perhatikan,  hasilnya adalah keberhasilan Anda dalam mencapai tujuan.

Eko Jalu Santoso |Follow: @ekojalusantoso

Tahun Kuda

Image

Menurut kalender lunar China, memasuki 31 Januari 2014 ini akan berganti menjadi tahun Kuda. Kuda merupakan simbul kebangsawanan, kekuatan, kecepatan, konsistensi dan ketangkasan.

Bahkan seekor kuda digambarkan mampu mengangkat keempat kakinya secara bersamaan ketika berlari. Ini menunjukkan betapa seekor kuda memiliki semangat tinggi untuk menang, menjadi terdepan dan meraih prestasi.

Menyambut tahun kuda ini, semoga semangat seekor kuda yang memiliki kecepatan, konsistensi, kekuatan, kesetian dan ketangkasan menginspirasi kita semua. Menjadikan kita lebih bersemangat berkarya, sehingga menjadi pribadi yang lebih hebat di tahun ini, dalam berbagai bidang yang kita tekuni.

Selamat Tahun Baru Imlek 2565 bagi teman-teman yang merayakannya. Gong Xi Fat Cai.

Eko Jalu Santoso | Follow; @ekojalusantoso

Pribadi Mandiri

Image

Jangan membiarkan hidup dipengaruhi orang lain, apalagi membiarkan hidup dikendalikan oleh orang lain. Adalah kerugian membiarkan hidup dipengaruhi apalgi dikendalikan orang lain. Karena kita adalah pribadi mandiri yang memiliki kebebasan menentukan pilihan.

Jadilah pribadi mandiri. Pribadi yang memiliki keyakinan dan kepercayaan diri, Pribadi yang terus belajar dan mau belajar mengembangkan diri. Pribadi yang berani mementukan sikap dan pilihan hidup sendiri. Pribadi yang memiliki gambaran masa depan dan berani memperjuangkannya,

Karena selain Allah Tuhan YME, sesungguhnya Anda sendirilah penentu kebesaran hidup Anda, Sesungguhnya Anda sendirilah penentu masa depan kehidupan Anda. Anda sendirilah arsitek bagi masa depan kehidupan Anda sendiri.

 ========                                                                                                                          Eko Jalu Santoso | @ekojalusantoso | www.ekojalusantoso.com

Selamat Tahun Baru 2014

Image

Setiap pergantian waktu, berati berkurang umur kehidupan kita,  Satu hari berlalu, berarti satu hari berkurang umur kita. Satu tahun berlalu, berarti satu tahun berkurang umur kehidupan kita.

th2014Maka jalani setiap detik waktu hidup dengan penuh makna. Isi setiap detik waktu dengan kebaikan, agar hidup menjadi lebih berarti. Karena setiap tarikan nafas adalah rasa syukur,  Setiap hembusan nafas adalah kesempatan, Jadikan setiap langkah adalah kemanfaatan, agar hidup menjadi penuh makna.

Karena menyadari makna hidup disaat nafas akan berakhir adalah kesia-sian dan kerugian terbesar kehidupan.

Selamat  TAHUN BARU 2014.  Sambut tahun ini dengan semangat dan optimisme..

Semoga kelimpahan rezeki, keberkahan, kesehatan dan kebahagiaan menyertai kita semua di tahun 2014. Amin YRA. (Eko Jalu Santoso )

Kenali Blok Kreativitasmu

Image

kreatifDalam kesempatan mengisi motivasi tentang BERPIKIR CERDAS DAN KREATIF di PT Nasmoco, Solo, Kamis 5 Desember 2013 lalu, saya sempat mengajukan pertanyaan kepada para peserta, “menurut saudara siapa saja orang-orang yang kreatif itu ?. Kebanyakan peserta yang hadir yang terdiri dari berbagai kalangan diantaranya perwakilan dosen dan mahasiswa beberapa Universitas di Solo seperti UNS, UMS dan ATMI (penerima beasiswa Yayasan Toyota dan Astra), team dari Yayasan Toyota dan Astra dan manajemen/staf PT Nasmoco Solo, memberikan jawaban para seniman, para pekerja iklan, penulis, pembicara, pekerja seni, designer, arsitek, dan lainnya.

Tentu saja pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Karena sesungguhnya setiap orang dianugerahi kemampuan untuk menjadi kreatif. Pendek kata, siapapun kita, sepanjang masih memiliki otak yang berfungsi dengan baik, maka sesungguhnya kreativitas masih mengalir dalam diri. Artinya kreativitas bukan hanya milik profesi tertentu, golongan tertentu atau etnis tertentu atau kaum muda saja.

Meskipun setiap orang memiliki potensi kreativitas, tapi kenyataannya hanya sedikit orang yg benar-benar bisa memunculkan potensi kreativitasnya dalam kehidupan. Mengapa demikian ?

Karena banyak orang yang tanpa disadari pikirannya telah terbelenggu atau dikuasai oleh blok hambatan kreativitas dalam dirinya. Salah satu blok hambatan berpikir kreatif yang banyak membelenggu orang adalah memiliki RASA TAKUT, apakah itu takut gagal, takut malu, takut mencoba, dan ketakutan lainnya.

Memiliki rasa takut gagal itu menjadikan banyak orang yang sebenarnya memiliki ide-ide kreatif yang pernah muncul dalam benaknya, tetapi tidak pernah dilakukan. Akibatnya kreativitasnya tidak berkembang. Lebih baik pernah gagal dibandingkan merasa takut gagal. Karena orang yang pernah gagal berarti ia sudah berani mencoba melakukannya, sehingga bisa belajar dari kegagalannya dan bisa memperbaiki dengan cara-cara yg lebih baik. Sedangkan orang yang dikuasa rasa takut gagal, maka dia tidak pernah mencoba sehingga tidak ada pelajaran yang bisa diambilnya.

Bagaimana mengatasi blok hambatan kreativitas ini. Dorong kreativitasi dengan BERANI BERTINDAK atau BERANI MELAKUKANNYA. Biarkan ide-ide kreatif melintas dalam benak kita, tuangkan ide-ide kreatif itu dalam konsep yg jelas dan terukur, baru kemudian lakukan dalam tindakan secara nyata. Buang jauh-jauh rasa takut gagal, takut malu dan lainnya yg menghambat kreativitas kita. Banyak bukti ide-ide kreatif yg awalnya terdengar tidak lazim, ketika berani mencoba untuk melakukannya, hasilnya ternyata luar biasa.

Beberapa blok kreativitas lainnya yang seringkali menghambat pikiran seseorang, diantaranya adalah belenggu rutinitas, belenggu zona nyaman, kemalasan mental dan lainnya. Karenanya penting untuk mengenali hambatan-hambatan kreativitas dalam diri, kemudian dapat mengalahkannya, sehinggan mendorong lahirnya kreativiats dalam diri. Bagaimana mengenali blok-blok hambatan kreativitas dalam diri dan bagaimana cara-cara mengatasinya, lebih lengkapnya dapat dibaca dalam buku “Good Ethos- 7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia”, yang diterbitkan PT Elex Media Komputindo dan beredar di Gramedia.

***) Untuk mengundang Eko Jalu Santoso sebagai pembicara dalam inhouse seminar/inclass training di perusahaan Anda, kirimkan email ke Motivasi Indonesia : motivasiindo@gmail.com atau ekojalus@gmail.com

Good Ethos- Bekerja Ikhlas

Image

“Dalam keikhlasan ada suasana hati yang rela tanpa mengharapkan pamrih, kecuali hanya meyakini bahwa aku tunaikan tugas ini karena memang demikianlah amanah yang harus aku lakukan.” ~ Buku Good Ethos, Halaman 133.

Kata ikhlas bisa disejajarkan dengan sincere atau dalam bahas latin sincerus yang berarti ungkapan tentang apa yang keluar dari hati nuraninya yang terdalam. Ikhlas  adalah salah satu dari berbagai amal hati yang dapat menjadikan amalan seseorang sempurna. Karena Allah Tuhan YME hanya menginginkan hakekat amal atau keikhlasan amal, bukan rupa dan bentuknya.

Bekerja dengan ikhlas berarti melaksanakan pekerjaan dengan professional dengan motivasi utamanya melaksanakan amanah sebaik-baiknya. Bekerja dengan niat menghendaki keridhoan Allah Tuhan YME semata. Artinya dalam menjalankan pekerjaannya benar-benar dilakukan dengan ketulusan hati, penuh kecintaan hanya untuk mengharapkan ridho Allah Tuhan YME. Memandang pekerjaan sebagai panggilan mulia yang harus dituinaikan dengan sebaik-baiknya.

Apa ciri-ciri pribadi yang bekerja dengan Etos Ikhlas Penuh Kecintaan (Etos ke-4 dari tujuh Etos Kerja terbaik dan Mulia), diantaranya adalah:

  • Bekerja menjunjung tinggi moralitas bersih
  • Memiliki kejelasan makna dalam menjalankan pekerjaanya
  • Bekerja dengan khusyu’ atau professional
  • Menjiwai pekerjaannya atau bekerja sepenuh hati
  • Bekerja dilandasi niat beramal kebaikan
  • Dan lainnya

Bagaimana menumbuhkan Etos Ikhlas Penuh Kecintaan dalam bekerja ? Beberapa tips menumbuhkan keikhlasan dalam bekerja bisa dibaca dalam buku Good Ethos – 7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia, diterbitkan Elex Media Komputindo.

*) Ingin mengundang Eko Jalu Santoso sebagai pembicara dalam inhouse seminar/pelatihan/training “Good Ethos – 7 Etos Kerja Mulia” di perusahaan Anda, silahkan kirimkan email ke: ekojalus@gmail.com dan motivasiindo@gmail.com

Waktu Adalah Hidup

Image

“Mereka yang dapat mensyukuri waktunya dan menginvestasikan pada hal-hal kebaikan, Ia telah berada di jalan yang benar menuju kemuliaan.” ~ Buku Good Ethos, halaman 233.

Bagi yang mengagungkan materialism, waktu adalah uang atau “time is money.” Bagi para ahli kebijaksanaan, waktu ibarat pedang, yang siap menebas siapa saja yang tidak dapat memanfaatkannya dengan baik. Apapun istilahnya, intinya waktu adalah asset illahiah sangat berharga. Bahkan dalam pandangan al-Qardhawi, waktu adalah hidup itu sendiri, sebagaimana disampaikannya, “waktu adalah hidup itu sendiri, maka jangan sekali-kali engkau sia-siakan, sedetik pun dari waktumu untuk hal-hal yang tidak berfaidah.”

Keunikan waktu adalah selalu bergerak maju dan tidak pernah mundur sedetikpun. Waktu juga tidak bisa diulang dan akan selalu meninggalkan setiap orang yang melalaikannya. Jadi waktu dapat membawa seseorang menuju kesuksesan atau sebaliknya menjerumuskan menuju  kegagalan.

Etos Kerja Mulia mendorong setiap orang untuk dapat mengelola waktunya dengan baik. Dapat menghargai waktunya dengan baik, sehingga mendorongnya meraih prestasi dan keberhasilan.

Manajemen waktu memiliki keterkaitan langsung dengan prestasi kinerja seseorang. Mereka yang menyikapi waktunya dengan positif, memanfaatkan untuk hal-hal kebaikan dan mengelolanya dengan baik, akan menuai keberhasilan. Demikian sebaliknya, mereka yang bersikap negatif terhadap waktu, memboroskan waktu dan menyia-nyiakannya, akan menuai kegagalan.

Bagaimana mengelola waktu agar menuai keberhasilan dan prestasi dalam pekerjaan ? Dalam buku Good Ethos- 7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar dapat mengelola waktu dengan baik, diantaranya: (1) Menghindari Pemborosan Waktu, (2) Menetapkan prioritas penting, (3) Memiliki standar yang realistis, (4) Menetapkan standar waktu, (5) Memiliki komitmen dan kedisiplinan.

Pada akhirnya kita menyadari tidak ada misteri khusus dalam mengendalikan waktu. Yang diperlukan adalah segera lakukantindakan dan buang jauh-jauh kemalasan. Semoga Bermanfaat !

***) Ingin mengundang Eko Jalu Santoso sebagai pembicara dalam inhouse seminar/inclass training/pelatihan tentang “Good Ethos – 7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia” di perusahaan Anda, hubungi email: ekojalus@gmail.com dan motivasiindo@gmail.com

Tentang Syukur

Image

Bukan menunggu berkecukupan baru bersyukur, tetapi bersyukurlah setiap saat, karena bersyukur itulah yang akan menjadikan merasa berkecukupan.

Bukan menunggu meraih kebahagiaan baru bersyukur, tetapi bersyukurlah saat ini juga, karena bersyukur itulah yang akan membuat kita merasa bahagia.

Bukan menunggu meraih sesuatu yang besar baru bersyukur, tetapi bersyukurlah setiap waktu, karena ada ribuan hal kecil saat ini yang merupakan rahmat Tuhan yang pantas kita syukuri,

Bersyukur bukan berarti menerima saja apa yang kita peroleh, tetapi bersyukur berarti menerima dan mengoptimalkan apa yang kita miliki, mengoptimalkan potensi diri saat ini, untuk meraih yang lebih baik lagi.  Salam Penuh Syukur, (Eko Jalu Santoso – Good Ethos)

Apa Buku Bacaanmu ?

Image

resize2Membaca buku-buku motivasi, Membuat kamu ikut termotivasi,
Membaca buku-buku pengembangan diri, membuat kamu terinspirasi untuk mengembangkan kualitas diri,
Membaca buku-buku agama dan spiritualitas, membuat kamu termotivasi lebih tekun beribadah,
Membaca buku-buku tentang hal-hal positif, menjadikan pikiranmu terisi oleh hal-hal positif kebaikan
Membaca buku-buku etos kerja terbaik dan mulia, membuat dirimu termotivasi membudayakan etos kerja terbaik dan mulia dalam diri,

Bacalah buku-buku yang bermanfaat untukmu,
Karena menjadi seperti apa kamu (satu tahun, dua tahun atau lima tahun) mendatang,
itu sangat dipengaruhi apa buku-buku bacaanmu sekarang

Saya merekomendasikan Anda untuk membaca buku-buku karya saya yang diterbitkan Elex Media Komputindo:

  • The Art of Life Revolution – Perspektik baru memberdayakan Kecerdasan Emosi dan Spiritula untuk mengubah hidup menjadi pemenang
  • Heart Revolution – Revolusi Hati Menuju Hidup Penuh Potensi
  • The Wisdom of Business – Menjadikan Bisnis Lebih Bermakna dan Mulia
  • Life Balance Ways – Jalan-Jalan Keseimbangan Hidup
  • Good Ethos – 7 Etos Kerja terbaik dan Mulia.

(Eko Jalu Santoso, Twitter: @ekojalusantoso).

Morning Good Ethos – Kerjasama

Seorang pengusaha bercita-cita membuat sebuah mobil impian yang hebat. Untuk mewujudkan impiannya tersebut, ia menyewa sebuah gudang dan membeli puluhan merek mobil-mobil terbaik. Kemudian Ia meminta para insinyurnya untuk mencari bagian-bagian yang paling bagus dari setiap mobil-mobil yang dibelinya tersebut.

Para insinyur itupun mulai memilih komponen-komponen terbaik dari berbagai mobil. Dan akhirnya mereka mengambil mesin terbaik dari Mercedes, memilih handle pintu yang terbaik dari Volvo, mengambil sistem transmisi terbaik dari Toyota, menggunakan power steering-set yang paling handal dari Ford, mengadopsi piranti central-lock dari BMW, mengambil teknologi ABS yang terbaik dari Nissan, demikian seterusnya. Intinya setiap merek mobil diambil bagian yang terbaik.

Demikian akhirnya, tim tersebut berhasil membuat sebuah mobil impian, yang terdiri atas ratusan spare-parts dari berbagai merek mobil terkenal tersebut. Namun, apa yang terjadi ? Ternyata mobil impian yang hebat ini tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Karena, masing-masing bagiannya ternyata tidak bisa bekerja sama.

Demikian halnya dalam sebuah organisasi atau unit bisnis. Untuk menjalankan organisasi dengan baik, diperlukan sinergisme atau kerjasama diantara anggota team di dalamnya. Dengan demikian, bukan sekedar mengumpulkan orang-orang yang cerdas di dalamnya, melainkan juga perlu memiliki kesadaran untuk bekerjasama dalam sebuah tim. Inilah inti dari prinsip Etos-6 dalam buku “Good Ethos” yang mengajarkan kepada kita untuk dapat mengutamakan kerjasama atau sinergisme dalam bekerja.

Fakta menunjukkan bahwa mereka yang dapat bekerjasama dan saling memberi dukungan akan lebih mudah dan lebih cepat meraih tujuan. Sebagaimana disampaikan oleh Henry Ford , “Datang bersama adalah awal, menjaga bersama-sama adalah kemajuan, bekerja bersama adalah kesuksesan.” Semoga Bermanfaat. (Eko Jalu Santoso – Etos-6 dalam Buku Good Ethos, “Mengutamakan Kerjasama atau Sinergisme”)

Tundukan Ego

Seorang profesional cerdas yang angkuh memperolok-olok tukang perahu, dalam sebuah perjalanan dengan perahu. Dia menghina tukang perahu itu dengan mengatakan telah menyia-nyiakan separuh hidupnya hanya menjadi tukang perahu. Kemudian datang ombak yang tinggi menerjang perahu dan perahu itupun tenggelam. Saat itu sangat jelas ternyata sang profesional yg merasa cerdas ini sama sekali tidak bisa berenang dan akhirnya seluruh hidupnya menjadi sia-sia.

Sahabat, ingatlah bahwa setiap orang memiliki keunikan bakat yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Jadi tidak ada gunanya kita mengecilkan bakat orang lain.  

Bila ingin mencapai banyak hal yg hebat, tanggalkan egoisme atau kebanggaan negatif dalam diri. Karena itu hanya akan mempersempit pandangan kita terhadap orang lain. Untuk menjadi hebat, kita tetap memerlukan dukungan orang lain. Untuk menjadi besar, kita bisa membesarkan diri tanpa harus mengecilkan orang lain. (Eko Jalu Santoso – Morning Good Ethos.)

Beberapa Pertanyaan tentang Good Ethos

Tanya: Mengapa perlu membaca buku Good Ethos ?

Jawab: Karena tulisan-tulisan dalam buku Good Ethos ini menginspirasi dan membuka kesadaran pembaca akan arti pentingnya membudayakan etos kerja terbaik dan mulia dalam diri, yang sangat diperlukan oleh berbagai kalangan bagi bangsa ini. Memberikan inspirasi bagaimana memaknai kerja lebih tinggi dan mulia. Sehingga dapat menjadikan kerja sumber kebahagiaan dan mengantarkannya menjadi profesional unggul berakhlak mulia.

Tanya: Apa kelebihan buku Good Ethos ?

Jawab: Bahasannya sederhana, mudah dipahami dan memberi solusi yang sangat dekat dengan kehidupan kerja kita sehari-hari. Bukan hanya mengedepankan pada kecerdasan akal pikiran, melainkan menyeimbangkan dengan kecerdasan hati nurani. Syarat dengan nilai-nilai spiritualitas universal yang bersumber dari hati nurani, yang sangat diperlukan di era materialisme sekarang ini. Dilengkapi dengan kisah-kisah inspiratif yang dapat membuka kesadaran arti pentingnya membudayakan etos kerja terbaik dan mulia dalam diri.

Tanya: Buku Good Ethos ini cocok untuk siapa ?

Jawab: Buku Good Ethos ini cocok untuk semua kalangan, baik kalangan professional, karyawan, pengusaha, wiraswasta, pendidik, mahasiswa, pegawai negeri dan lainnya, yang ingin meraih kebahagiaan dalam bekerja.

Tanya: Apa komentar para tokoh mengenai buku Good Ethos ?

Jawab: Buku ini mengajak pembacanya untuk memiliki kinerja tinggi, bukan hanya karena dorongan untuk mendapatkan kesejahteraan atau sebagai tanggungjawab social, namun sebagai misi suci dan pengabdian kepada Sang Pencipta. ~ Ary Ginanjar Agustia, Founder ESQ, Penulis buku Bestseller ESQ dan ESQ Power.

Bekerja dengan etos terbaik bisa melahirkan kesuksesan. Hadirkan jejak-jejak terbaik dari pekerjaan. Kerja dengan bahagia adalah untuk meraih makna yang jejaknya membekas lama. ~ Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadian, Jakarta.

Buku ini membahas 7 etos kerja yang perlu kita terapkan agar kita mampu bekerja lebih cerdas,, keras dan dengan hati (work smart, work hard, and work with heart). Tujuh etos kerja tersebut memastikan Anda mampu bekerja lebih optimal dan memperoleh hasil maksimal. Live with values, deliver result. ~ Dato’ DR.  Andrew Ho, MD KK Indonesia, Motivator dan Penulis buku Bestseller.

Tanya: Dimana bisa mendapatkan buku GOOD ETHOS ?

Jawab: Bisa diperoleh di toko buku Gramedia seluruh Indonesia dan toko-toko buku terkemuka lainnya di kota Anda.

Tanya:  Bagaimana kalau ingin mendapatkan Buku Good Ethos yang ditandatangani asli penulis ?

Jawab: Kalau ingin mendapatkan buku Good Ethos yang ditandatangani asli penulis, untuk  souvenir/hadiah bagi tim, karyawan, relasi, sahabat, keluarga, atasan dan lainnya, bisa pesan langsung ke kami dan buku bisa kami bantu kirimkan langsung ke alamat Anda.  

Mudik PulKam

Memasuki H-3 lebaran hari ini, berarti keindahan bulan Ramadhan yang kita rindukan setiap tahunnya akan segera berlalu. Pada sisi lain, lebaran atau Idul Fitri akan semakin dekat.  Suasana mudik pulang kampung semakin terasa.

Mudik lebaran  memang memiliki makna dan keunikan tersendiri yang berbeda dengan sekedar pulang kampung biasa. Itulah mengapa kata teman saya yang mudik ke Yogya, “saya tahun ini sudah beberapa kali pulang ke Yogya, tetapi mudik lebaran tetap yang paling ditunggu-tunggu, karena memiliki nuansa yang berbeda.”

Pulang kampung dalam suasana Idul Fitri, selain dapat melepas kerinduan dengan sanak keluarga dan kampung halaman, juga ada makna spiritualitas didalamnya. Dapat bertemu sungkeman dengan kedua orang tua (kalau masih ada), berziarah ke makam orang tua dan mendoakanya, berkumpul dan saling bermaaf-maafain dengan sanak saudara, bersilaturahmi dengan para tetangga, bertegur sapa dengan teman-teman lama di kampung halaman adalah sebuah kesempatan berharga.

Setelah satu tahun sibuk berkompetisi dalam kehidupan modern yang cenderung mengedepankan nilai-nilai materialisme, seringkali menjadikan mansuia mulai terkikis rasa kemanusiaannya. Ruang kepedulian sesama, rasa kekeluargaan dan kasih sayang semakin menipis. Yang muncul seringkali adalah perangai materialisme yang cenderung mementingkan diri sendiri dan mengorbankan perasaan kemanusiaan demi keuntungan material. Prosesi mudik bisa menjadi semacam transformasi spiritual untuk menumbuhkan kembali solidaritas, rasa empati, kepedulian, kebersamaan, keakraban terhadap sesama.

Kalau kehidupan modern diibaratkan semacam kompetisi dalam dunia balap formula-1, maka mudik lebaran pulang kampung halaman adalah semacam pit-stop nya. Kita berhenti sejenak meninggalkan kesibukan dan menata kembali persiapan untuk kompetisi selanjutnya lebih baik. Menjadi semacam terapi sosial yang baik, yang dilakukan secara massal, sehingga menumbuhkan kembali rasa kekeluargaan, empati, kepeduliaan dan semangat kebersamaan.

Dalam dimensi spiritualitas, semangat mudik lebaran mengingatkan kembali kepada awal mulai kejadian kita. Di mana untuk pertama kalinya kita dilahirkan, dibesarkan dan mengenal kehidupan dunia ini. Dengan demikian mudik lebaran pulang kampung diharapkan dapat mendorong kita untuk menumbuhkan kesadaran akan siapa diri kita sebenarnya, berasal dari mana dan kemana tujuan akhir kehidupan kita nantinya. Semoga.

Selamat menempuh perjalanan, bagi rekan-rekan yang akan mudik lebaran pulang kampung. Semoga dimudahkan dalam perjalanan dan selalu dalam perlindungan Tuhan. Selamat Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah. Mohon Maaf Lahir dan Batin. (twitter: @ekojalusantoso)

 

Marhaban ya Ramadhan

 

Pengendalian terberat dariramadhanklu ibadah puasa ramadhan bukanlah menahan makan, minum dan pancaindra, melainkan mengendalikan hati dari  keinginan/godaan hawa nafsu yang rendahan. Luruskan niat, kendalikan hati, tingkatkan kualitas ibadah dan jadikan ramadhan kali ini penuh makna.

Selamat Menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1434 H. Semoga amal ibadah puasa Ramadhan kita diterima oleh Allah Swt.

 

Jujur itu Cerdas

Dikisahkan dalam sebuah perjalanan Khalifah Umar bin Abdul Azis yang dikenal sebagai pemimpin sholeh bertemu dengan seorang  penggembala domba yang sedang asyik menggembalakan dombanya.

Khalifah Umar menghampiri si gembala dan bertanya, ”Bagaimana kalau saya membeli domba-domba gembalaanmu ?”. Penggembala itupun dengan tegas menjawab, ”saya tidak mau tuan.”  Umar menyela, ”mengapa engkau tidak mau ?” Penggembala itupun menjawab, ”saya hanyalah penggembala, ini domba milik tuan saya.”

Umarpun menguji dengan bertanya lagi, ” Bagaimana kalau saya hanya membeli satu ekor saja. Saya bayar dengan harga berlipat dari harga pasar ?”.Penggembala itupun menjawab, ” mohon maaf tuan, meskipun tuan akan membayarnya dengan harga berlipat-lipat sekalipun, saya tetap tidak mau.” 

Umar bin Abdul Azis mulai mengagumi kejujuran penggembala ini, iapun bertanya lagi, ” Domba ini sangat banyak jumlahnya. Seandainya kamu jual satu ekor saja, toh tidak akan ketahuan oleh tuanmu.” Penggembala itupun menatap tajam sambil mengatakan, ”Aku mungkin bisa membohongi tuanku, tetapi apakah aku dapat membohongi Allah Tuhan Yang Maha Tahu.” Tanpa terasa air mata Umar menetes, terharu sekaligus kagum dengan sikap kejujuran penggembala ini.

Etos Satu dalam buku ”Good Ethos – 7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia” mendorong setiap orang untuk berani ”Jujur dan Berintegritas.” Sikap yang ditunjukkan sang penggembala itu mencerminkan etos satu, berani jujur dan menjunjung tinggi amana14.Good Ethosh yang diberikan.

Kalau diperhatikan sekilas, Nampak sang penggembala itu kurang cerdas. Bukankah kalau ia cerdas, bisa saja dia terima tawaran itu kemudian membeli domba lain di pasar dengan harga yang lebih murah sebagai gantinya. Dombanya tidak berkurang dan dia mendapatkan keuntungan.

Tetapi kalau dikaji lebih mendalam, sesungguhnya  justru sang penggembala itu memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang tinggi. Ia menyadari kalau hal itu dilakukan berarti ia sudah menipu secara fisik dan mengkhianati amanah yang diberikan padanya. Mungkin pemilik domba itu tidak tahu,  tetapi ia meyakini bahwa selalu ada Allah dan para malaikatnya sebagai pengawas.

Menurut para ahli, kejujuran itu cermin kecerdasan seseorang. Bukan hanya cerdas pada dimensi emosional, tetapi juga cerdas pada dimensi spiritual. Sikap jujur dalam bekerja itu mencerminkan kecerdasan secara emosional atau “Emotional Quotient”  yang merupakan factor penting bagi keberhasilan seseorang. Inilah sikap cerdas dalam dimensi emosional.

Pada dimensi spiritual, jujur itu mencerminkan kualitas keimanan seseorang. Kekuatan iman inilah yang menjadikan seseorang dapat menjaga sikap dan perilakunya pada hal yang baik. Karena menyadari berbohong, menipu atau hal-hal lain yang tidak jujur itu merugikan dalam berinteraksi di pekerjaan dan bahkan kehidupan jangka panjang. Inilah sikap cerdas pada dimensi spiritual.

Karakter pribadi seseorang itu dapat dibangun dari dua hal utama, yakni kejujuran dan integritas. Kejujuran berbicara tentang moralitas dan etika. Sedangkan integritas berhubungan dengan kompetensi pribadi. Dalam pandangan Stephen R Covey, kejujuran dan integritas itu adalah,  “Honesty is telling the truth, in other word, conforming our words to reality. Integrity is conforming to our words, in other word, keeping promises and fulfilling expectations.”

Etos satu dalam buku “Good Ethos” mendorong setiap orang mengintegrasikan kejujuran dan integritas. Karena jujur  saja belumlah cukup, masih diperlukan tenaga pendorong integritas. Jujur baru menjadikan orang bisa dipercaya. Sedangkan integritas baru menjadikan orang itu bisa diandalkan. Mengintegrasikan keduanya berarti menjadikan pribadi yang bisa dipercaya dan dapat diandalkan. Inilah modal utama keberhasilan, sebagaimana disampaikan Alan Greenspan,  “Saya tidak menemukan kepuasan yang lebih besar dari mencapai kesuksesan  melalui kejujuran.”

Sumber: Buku Good Ethos- 7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia, karya Eko Jalu Santoso, diterbitkan Elex Media Komutindo. 

Perangkap Tikus & Empati

e.quote1Saya tertarik untuk mengangkat cerita tentang perangkap tikus yang masuk ke email saya dari seorang teman. Kisah ini sudah beredar di dunia maya. Kisahnya ada sepasang suami istri yang kesal dengan ulah tikus di rumahnya. Kemudian ia membeli perangkap Tikus. Mengetahui hal itu, sang tikus kaget bukan kepalang dan segera berlari mengingatkan bahaya ini pada teman-temannya.

Ia berlari mendatangi kandang ayam & berteriak “ada perangkap tikus”.
Sang Ayam berkata “Tuan Tikus, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh padaku”

Kurang mendapat tanggapan, sang tikuspun segera pergi berlari menemui seekor Kambing. Lagi-lagi kambing pun hanya mengatakan,  “Aku turut bersimpati, tapi tidak ada yang bisa aku lakukan”

Kemudian ia pun berlari ke semak-semak dan bertemu Ular, sambil berteriak. dengan acuh Sang ular berkata “Perangkap Tikus yang kecil tidak akan bisa mencelakai aku.”

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya itu sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun dan mendapati seekor ular berbisa terperangkap. Ekor ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah.

Meskipun sang Suami berhasil membunuh ular tersebut, tetapi sang istri sempat terkena gigitan ular.  Akibat gigitan ular tersebut istrinya menderita demam dan meminta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. Dengan segera suaminya menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.

Karena sakit sang Istri belum kunjung reda, ada seorang teman yang menyarankan untuk makan hati kambing. Sang suamipun segera menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.

Melihat satu persatu teman-temannya mati gara-gara perangkap tikus, dari kejauhan sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan………(ia sudah berusaha mengingatkan teman-temannya)..!!!

Cerita diatas bisa menjadi ilustrasi yang tepat untuk memahami sikap empati dan kepeduliaan kepada orang lain, yang nampaknya semakin langka sekarang ini. Ketika mengetahui seseorang sedang menghadapi masalah atau kesulitan misalnya, sebaiknya kita memiliki kepedulian. Bukan sikap acuh tak acuh dan menganggap hal itu bukanlah urusan kita.

Dalam lingkungan pekerjaanpun demikian. Sebaiknya mengembangkan sikap empati dan memiliki kepedulian dengan masalah dan kesulitan orang lain. Dalam satu organisasi misalnya,  ketika mengetahui ada bagian lain yang mengalami kesulitan atau masalah, sebaiknya jangalah acuh tak acuh dan merasa itu bukan bagian saya. Mungkin tidak berpengaruh langsung dengan kita atau bagian kita, tetapi bisa jadi dampaknya melebar mempengaruhi ke bagian kita juga, sebagaimana ilustrasi cerita diatas.

Etos Tiga, “Empati penuh Peduli” dalam buku GOOD ETHOS – 7 Etos Kerja Terbaik dan Mulia, mendorong setiap orang untuk mengembangkan sikap empati penuh peduli dalam bekerja. Berarti berusaha mengerti orang lain,  memahami kondisi orang lain baik secara emosional dan intelektual. Memahami pikiran orang lain, memperhatikan kebutuhan orang lain dan memiliki kepedulian dengan kesulitan orang lain.

Kemampuan berempati dalam dunia kerja sangat penting pengaruhnya. Sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari tujuh ribu orang Amerika Serikat serta dari 18 negara lain yang disampaikan oleh Daniel Golemen dalam bukunya Emotional Intelegence.  Golemen  menyatakan bahwa, manfaat kecakapan empati atau mampu membaca perasaan orang lain  itumencakup lebih pandai menyesuaikan  diri secara emosional, lebih mudah bergaul, lebih dikenal, pandai bekerjasama dan lebih peka terhadap kepentingan orang lain. Unsur- unsur ini yang akan semakin menghidupkan energi positif yang menunjang keberhasilan seseorang dalam pekerjaan dan kehidupan. Semoga Bermanfaat. (Eko Jalu Santoso – Follow twitter saya: @ekojalusantoso )

Komunikasi Efektif

imageku3Seperti biasanya setiap hari Jumat saya menulis hal-hal yang ringan tetapi mengandung inspirasi di milis Motivasi Indonesia yang saya kelola. Milis Motivasi Indonesia ini sudah memiliki member ribuan orang yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Kali ini saya mengangkat cerita tentang seorang lelaki setengah baya yang hobbynya memelihara burung. Pada suatu pagi, semua burung kesayangannya telah hilang. Merasa si pencuri sudah keterlaluan, lelaki itu pun membawa masalah ini dalam pertemuan RT di kompleknya.
Lelaki itu  : “Siapa disini yang punya burung?”

Seluruh warga laki-laki yang hadir dalam pertemuan segera berdiri.

Menyadari kesalahannya dalam bertanya, lelaki itu menambah:
“Bukan itu maksud saya, maksud saya adalah, siapa yang pernah lihat burung?”

Maka serentak seluruh warga wanita yang hadir berdiri. Karena menyadari pertanyaannya masih tidak betul, maka dengan muka merah padam dia menyambung,
“Maaf, bukan itu maksud saya”

Sekali lagi dia coba bertanya,
“Maksud saya adalah siapa yang pernah lihat burung yang bukan miliknya”

Separuh wanita yang hadir dalam pertemuan berdiri.
Muka lelaki itu makin merah, dan juga makin gugup, segera berkata lagi,
“Maaf sekali lagi, bukan ke arah itu pertanyaan saya, maksud saya adalah, siapa yang pernah lihat burung saya?”

Lalu, Isteri lelaki itu pun pun berdiri….. dan tanpa diduga ada dua wanita lain yang hadir juga ikut berdiri………

Kali ini merah padamlah muka si isteri lelaki itu ..!!
Lelaki itu pun langsung cabut berlari meninggalkan pertemuan. Menyesalah dia telah salah bertanya………

Ilustrasi diatas memberi pelajaran berharga tentang arti pentingnya kejelasan pesan dalam berkomunikasi. Kejelasan pesan dalam berkomunikasi memiliki peran penting agar tidak menimbulkan banyak interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Seringkali kesalah pahaman itu muncul akibat dari ketidakjelasan pesan dalam berkomunikasi.

Komunikasi yang efektif itu bukan sekedar pandai berbicara, masih diperlukan ketrampilan lainnya. Dalam buku terbaru saya (buku ke-5) “Good Ethos7 Etos kerja Terbaik dan Mulia”, saya menyampaikan setidaknya ada 7 ketrampilan yang perlu diperhatikan agar dapat membangun komunikasi yang efektif. Diantaranya adalah:

·         Kejelasan pesan. Artinya diperlukan kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas dan mudah dipahami oleh orang lain. Kejelsan pesan sangat penting, sehingga tidak menimbulkan banyak interpretasi dan penafsiran yang berlainan, yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.

·         Audible atau dapat didengarkan dan dimengerti dengan baik. Artinya pesan-pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan jelas dan disampaikan dengan cara dan sikap yang dapat diterima dengan baik oleh si penemrima pesan.

·         Empathy adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri dan memahami pola pikir orang lain.Sikap emphaty memerlukan kemampuan kita untuk mau mendengarkan lebih dahulu, memahami orang lain lebih dahulu, sebelum didengarkan atau dimengerti orang lain. Steven Covey mengatakan, “ Kemampuan memahami dapat kita bangun melalui ketrampilan mendengarkan dengan baik.”

·         Humble atau rendah hati. Komunikasi yang baik dan efektif dapat dibangun dari sikap rendah hati. Ketika berkomunikasi dengan siapapun (rekan dalam perusahaan atau diluar perusahaan)Sikap rendah hati ini erat kaitannya dengan respect atau dapat menghargai orang lain. Komunikasi yang dibangun dari rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati akan berjalan lebih baik dan efektif.

·         Dan lainnya.

Semoga Bermanfaat. Follow twitter saya: @ekojalusantoso